"Marc sering memberi ruang bagi Alex untuk melaju bersamanya. Namun, pada akhirnya, Marc tetap lebih unggul."
"Kemitraan mereka terlihat jelas di balapan di Thailand dan Argentina. Mereka bekerja sama, tetapi tetap ada satu pemimpin dalam kemitraan ini, yaitu Marc Marquez," ujar Forcada.
Baca Juga: Hyundai Vs Red Sparks: Memaksimalkan Peran Megawati Tanpa Bukilic
Di luar dominasi Marquez bersaudara, ada satu kejutan lain yang mencuri perhatian Forcada, yaitu penampilan Honda yang mulai membaik.
Honda sempat mengalami kesulitan sepanjang musim lalu, tetapi kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, terutama berkat performa Johann Zarco dan Joan Mir.
Menurut Forcada, MotoGP adalah dunia yang penuh kejutan.
Baca Juga: Andy Murray dan Istrinya Rugi Rp 7 Miliar dari Bisnis Sampingan Pasca Tenis
Meski tahun lalu Mir mengkritik motor Honda dan menyebutnya sebagai bencana, kini motor yang ia kendarai justru merupakan hasil dari berbagai pengujian di masa lalu.
"MotoGP memang aneh. Romano Albesiano dan Aleix Espargaro memang memberi nilai tambah bagi Honda, tetapi mereka belum punya cukup waktu untuk benar-benar membangun motor yang solid," pungkas Forcada.
Dengan perkembangan ini, persaingan MotoGP 2025 semakin menarik. Marquez bersaudara masih mendominasi, tetapi Bagnaia dan tim-tim lain masih berusaha mengejar ketertinggalan mereka.
Artikel Terkait
Sir Alex Ferguson Memimpin Penghormatan Emosional untuk Denis Law
Lionel Messi Tidak Masuk Skuat Argentina untuk Kualifikasi Piala Dunia Melawan Brasil dan Uruguay
Spanyol Singkirkan Belanda dari Nations League dengan Dramatis di Titik Penalti
Spalletti Salah Memilih Susunan Pemain Italia, Beberapa Pemain Takut
Ronaldo Eksekusi Penalti Terburuk, Rasmus Hojlund Menendang Kepalanya