"Tak ada yang peduli saat Alex, misalnya, mengganti ban di grid. Semua hanya menunggu Marc,” tuturnya.
Baca Juga: Penyisihan Grup Piala Asia U17 2025: Uzbekistan dan Jepang Menang Banyak
Mengenai peluang Marc Marquez, Reggiani menyebut pembalap senior itu sebagai penantang gelar yang serius.
Walaupun ia masih memiliki simpati terhadap Bagnaia, Reggiani mengaku akan lebih percaya diri jika harus memasang taruhan pada Marc.
“Saya yakin mereka akan bersaing ketat hingga akhir musim. Tapi jika saya harus memilih, saya akan bertaruh pada Marc Marquez."
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Klasemen Timnas Indonesia di Piala Asia U17 Usai Kalahkan Korea Selatan
"Meski begitu, saya berharap Bagnaia bisa membuatnya bekerja keras,” katanya.
Lebih jauh, Reggiani juga menyuarakan kritiknya terhadap keputusan kolektif para pembalap yang memilih menggunakan ban basah di kondisi lintasan yang sebenarnya, menurutnya, sudah layak untuk ban kering.
Ia menyayangkan mentalitas pembalap yang cenderung menghindari risiko ketimbang mengejar kemenangan.
Baca Juga: Menang 1-0, Timnas U17 Indonesia Akhiri Rekor Buruk Lawan Korea di Piala Asia U17
“Saya rasa itu keputusan yang bodoh. Kalau lintasan sudah layak untuk slick, ya semua seharusnya pakai slick. Kalau saya sial dan hujan turun, ya itu nasib,” tegas Reggiani.
Ia menilai bahwa semangat kompetitif dalam balapan seharusnya tidak tergerus oleh perhitungan yang terlalu aman.
“Banyak pembalap sekarang lebih takut melakukan kesalahan daripada berani ambil risiko untuk menang. Bagi saya, itu buruk,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Bukan Hanya Ganda Putri, PBSI juga Rombak Ganda Campuran
Hasil Piala Asia U-17 2025: Timnas U-17 Indonesia Sukses Tahan Gempuran Korea Selatan di Babak I
FIG Tinjau Venue Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 di Jakarta, Beri Apresiasi dan Catatan Perbaikan
Hasil Piala Asia U-17 2025: Gol Tunggal Evandra Bawa Indonesia Kalahkan Korea Selatan di Grup C
Kemenangan atas Korea Selatan, Jadi Modal Berharga Lawan Yaman dan Afghanistan di Piala Asia U17 2025