Ia menilai balapan di Silverstone menjadi titik terendah setelah hasil buruk sebelumnya di Le Mans, di mana ia gagal mencetak poin.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Liga Champions Inter Milan vs PSG
Bagnaia menambahkan, masalah motornya bukan karena perubahan mendadak.
Justru, performa yang buruk di Silverstone terasa sama seperti balapan sebelumnya.
“Tidak lebih buruk, tidak lebih baik. Seperti biasa, saya tidak merasakan apa pun,” katanya.
Baca Juga: Usai ASEAN All-Stars Kalahkan Manchester United, 2 Pemain Indonesia Jadi Sorotan Media Inggris
Juara dunia dua kali itu menegaskan bahwa dirinya masih percaya diri dengan kemampuan balapnya.
Namun tanpa dukungan teknis maksimal, ia tak bisa tampil maksimal.
“Saya tahu saya cepat dan bisa menang. Tapi jika perasaannya begini terus, saya tidak bisa melakukan keajaiban,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Final Liga Champions: Rekam Jejak PSG Menuju Munich (Bagian 2)
Bagnaia kini tertinggal 72 poin dari Marquez di klasemen MotoGP.
General Manager Ducati, Luigi Dall’Igna, turut mengakui bahwa Bagnaia perlu mendapat dukungan lebih besar dari pabrikan.
Ironisnya, di Silverstone, Marquez juga mulai merasakan masalah yang sama dengan motor Ducati.
Meski begitu, Bagnaia justru memuji sang rekan setim karena mampu menyembunyikan problem performa dan tetap kompetitif.
Dengan musim yang masih panjang, Ducati dituntut untuk segera menemukan solusi teknis agar Bagnaia bisa kembali ke jalur persaingan gelar juara.
Artikel Terkait
Bali United FC Kehilangan Legiun Asingnya Usai Kalahkan Persebaya di Liga 1 2024/2025
Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-23 2026: Timnas U-23 Indonesia Satu Grup dengan Korsel
Perjuangan Keras Semen Padang FC Lolos dari Degradasi, Ini Pemain Kuncinya
Jelang Final Liga Champions: Rekam Jejak Inter Milan Menuju Munich (Bagian 1)
Oklahoma City Thunder Pastikan Tempat di Final NBA, Tim Pertama yang Lolos