“Saya mendapat manfaat dari data Marc, tapi saya tidak bisa mengendarai motor ini seperti dia."
"Saya tidak ingin mengatakan motor ini buruk, karena Marc bisa membawanya ke batas maksimal."
Baca Juga: Chelsea Tumbangkan West Ham United dengan Telak Tanpa Campur Tangan Cole Palmer
"Masalahnya, dia sangat pintar menutupi kelemahan,” ucap Bagnaia.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa Bagnaia, yang sejatinya anak kandung Ducati, justru mulai kehilangan pijakan di tim.
Sebaliknya, Marquez tampil seolah menjadi sosok istimewa yang mampu menaklukkan motor sulit seperti Desmosedici GP25.
Baca Juga: Bawa Semangat Kemerdekaan, Skuat Bulutangkis Indonesia Siap Tempur di Paris
Situasi tersebut menambah beban psikologis Bagnaia yang hingga kini belum menemukan solusi.
MotoGP Hungaria menjadi panggung krusial bagi Bagnaia.
Jika gagal menemukan peningkatan, peluangnya untuk kembali bersaing di papan atas bisa semakin tipis.
Baca Juga: Cedera Paes dan Kondisi Ivar, Erick Thohir Beberkan Perkembangan Skuat Garuda
Sementara itu, Marquez terus menunjukkan bahwa dirinya mampu memaksimalkan potensi motor Ducati dengan cara yang sulit ditandingi rekan setimnya.
Artikel Terkait
Man United Serius Dekati Senne Lammens, Calon Suksesor Thibaut Courtois dari Belgia
Khamzat Chimaev Juara UFC 319, Caio Borralho: Saya Tidak Terkesan
Ini Alasan Lando Norris Koleksi Lamborghini Miura Kesayangannya
Kejuaraan Dunia Voli Putra U21 2025: Comeback Gemilang! Timnas Voli U21 Indonesia Kalahkan Tunisia 3-1
Rotasi Jitu Antar Indonesia Raih Kemenangan Perdana di Kejuaraan Dunia Voli Putra U21 FIVB 2025