Menurutnya, walaupun kalah jauh dari Marc, jarak dengan rombongan pembalap lain masih relatif tipis.
Baca Juga: Persija Siapkan Diri Hadapi Dewa United, Mauricio Souza: Kami Harus Bisa Lebih Mengontrol Emosi
Di sisi lain, Alex tetap bangga dengan pencapaian sang kakak. Baginya, dominasi Marc musim ini tidak mengejutkan.
Marquez dianggap telah berkembang menjadi pembalap yang lebih matang setelah melewati periode cedera dan masa sulit beberapa tahun lalu.
Bahkan, Alex menilai rekam jejak Marc sudah pantas disejajarkan dengan para legenda MotoGP.
Baca Juga: Tim Promosi PSIM Belum Terkalahkan, Bakal Jadi Kuda Hitam di Super League 2025/26
Marc dikenal pernah mencatat rekor 10 kemenangan beruntun pada 2014 di tengah persaingan sengit dengan para Alien: Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa.
Kini, dengan dominasinya bersama Ducati, rekor baru bisa saja tercipta, termasuk kemungkinan mengunci gelar juara lebih cepat.
Jika skenario itu terjadi, Marc berpotensi memastikan gelar dunia saat MotoGP San Marino di Misano, Italia, dua seri sebelum Mandalika.
Baca Juga: Soal Kericuhan Suporter Erick Thohir Tegas: I League dan Klub Harus Tanggung Jawab!
Lokasi ini semakin istimewa karena Misano merupakan kandang bagi rival lamanya, Valentino Rossi, sekaligus basis tim Ducati.
General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, menyambut antusias kemungkinan Marquez meraih gelar di Italia.
Ia menilai kemenangan di tanah kelahiran Ducati akan membawa kebanggaan tersendiri, baik bagi tim maupun pendukung setia.
“Jika itu terjadi, rasanya sangat menyenangkan."
Artikel Terkait
Mees Hilgers Sengaja Tak Dimainkan FC Twente, Nasibnya Tergantung Klub yang Jemput
Pesepak Bola Tercantik di Dunia Resmi Pindah ke AS, Ana Maria Markovic Bermain Bersama Adiknya
Penampakan Betis Van Dijk Usai Digasak Antony Gordon
Pemprov dan Ketum KONI Sulut Klarifikasi Hadiah Rumah Khusus Peraih Emas PON Bukan Perprov
Adidas Meluncurkan Anthony Edwards 2 di China dengan Warna With Love