Namun, ia menilai hal tersebut lebih karena situasi di lintasan, bukan semata faktor teknis dari motor mereka.
Baca Juga: Pertama Kali Program Naturalisasi Terjadi di Cabang Olahraga Hoki Es Indonesia
Di sisi lain, Pernat tak segan memberikan pujian untuk Aprilia.
Menurutnya, tim asal Noale itu terus menunjukkan peningkatan, terutama sejak kedatangan Fabiano Sterlacchini yang memperkuat sektor teknis.
Dengan progres yang ada, ia percaya Aprilia berpotensi mengimbangi, bahkan menyaingi dominasi Ducati.
“Mereka menunjukkan perkembangan positif,” kata Pernat.
“Dengan Sterlacchini di sisi teknis, saya yakin Aprilia bisa bertarung melawan Ducati,” lanjutnya.
Selain Marquez dan Aprilia, sorotan lain dari seri Hungaria datang dari Honda.
Baca Juga: DPR Kasih Restu, Cabor Hoki Es Juga akan Kedatangan Empat Pemain Naturalisasi dari Rusia
Pabrikan berlogo sayap tersebut berhasil menempatkan Luca Marini di posisi kelima.
Walau begitu, Pernat menilai Honda masih memiliki pekerjaan rumah besar.
“Honda mendapatkan hasil bagus dengan Marini, tetapi mereka hanya bertahan di posisi lima, enam, atau sepuluh,” ucapnya.
Baca Juga: Tok! DPR Setujui Naturalisasi Lima Pemain untuk Segera Memperkuat Timnas Indonesia
Menurutnya, Honda masih kekurangan sosok pembalap utama yang bisa menjadi panutan.
Artikel Terkait
Soal Kericuhan Suporter Erick Thohir Tegas: I League dan Klub Harus Tanggung Jawab!
Tim Promosi PSIM Belum Terkalahkan, Bakal Jadi Kuda Hitam di Super League 2025/26
Persija Siapkan Diri Hadapi Dewa United, Mauricio Souza: Kami Harus Bisa Lebih Mengontrol Emosi
Rekam Jejak Duel Persib vs Borneo FC Samarinda, Maung Bandung Masih Memimpin
KONI Pusat dan FISIP UI Kolaborasi Bangun Karakter Bangsa Melalui Olahraga