“Mungkin sama seperti yang dialami Diggia (Fabio Di Giannantonio) dua tahun lalu di Valencia."
Baca Juga: Frenkie de Jong Saingi Ronald Koeman Jadi Pemain Belanda yang Terbanyak Membela Barcelona
"Saya tidak merasakan apa pun, hanya beberapa balapan terakhir saya merasa tenaga motor sedikit berkurang,” ungkap Bagnaia.
Meski sempat khawatir, Bagnaia mengaku lega bisa menutup balapan dengan hasil maksimal.
“Akhir pekan ini sempurna. Rasanya luar biasa, karena terakhir kali saya mencatat kemenangan seperti ini adalah di Barcelona tahun lalu,” tambahnya.
Baca Juga: Operasional Spotify Camp Nou Tinggal Menunggu Pemberian Izin, Skuat Barcelona Siap Balik Kandang
Bagi Bagnaia, kehadiran Marc Marquez sebagai rekan setim sekaligus rival justru menjadi pengalaman berharga.
Ia menilai Marquez menunjukkan ketangguhan luar biasa sepanjang musim.
“Sulit menggambarkan musim Marc. Enam tahun terakhir dia melewati cedera dan masa-masa sulit, tapi tetap punya kekuatan mental luar biasa."
"Dia bukan selalu yang tercepat, tapi bisa menang, dan hanya juara sejati yang mampu melakukan itu,” kata Bagnaia.
Bagnaia pun tidak menampik bahwa musim ini membuatnya banyak bercermin.
“Ada saat di mana saya tidak mengenali diri sendiri."
Baca Juga: Tekad Kuat Persija Petik Tiga Poin di Kandang Borneo FC, Rayhan Hannan: Kami Tidak Takut
"Hasil kualifikasi buruk, balapan pun mengecewakan. Tapi saya belajar banyak tahun ini,” ucapnya.
Artikel Terkait
Dana Hibah Belum Cair, Listrik Kesekretariatan KONI Bengkulu Dicabut
Atletico 5-2 Real Madrid: Alonso Bereaksi atas Kekalahan Pertama yang Menyakitkan
Man City Melesat ke 5 Besar Liga Primer, Maxime Esteve Jadi Pendosa
Raul Asencio Dituduh Terlibat Dalam Penyebaran Video Konten Asusila
Sport Science Jadi Kunci UMS dalam Pembinaan dan Regenerasi Atlet