SportlinkNews - Meskipun menunjukkan konsistensi yang lebih baik dari musim sebelumnya, pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta tetap merasa sangat tidak puas dengan musim 2025-nya.
Pedro Acosta menyebut musim MotoGP 2025 sebagai "tahun yang terbuang" baginya, dengan alasan bahwa langkah yang ia ambil sebagai pembalap tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Pedro Acosta mencapai kematangannya di musim keduanya di MotoGP. Acosta bisa mengurangi jumlah kecelakaan dan berkembang menjadi pembalap yang jauh lebih komplet saat ia memimpin tim pabrikan KTM.
Baca Juga: PSSI Ngotot Emas! Tanpa Sepak Bola, Prestasi SEA Games Indonesia Terasa Hampa
Pembalap berusia 20 tahun itu juga menunjukkan konsistensi yang luar biasa di paruh kedua musim, dengan lima podium grand prix dan tujuh podium sprint.
Catatan itu yang memungkinkannya menyalip rival Ducati, Francesco Bagnaia, dan mengamankan posisi keempat di klasemen pebalap.
Ini menandai finis terbaik dalam sejarah kejuaraan bagi seorang pembalap KTM, yang menggarisbawahi nilai jualnya yang semakin meningkat bagi merek Austria tersebut.
Baca Juga: Timnas U-22 Jalani TC di Chiang Mai, Fokus Periodesasi Terakhir dan Adaptasi Jelang SEA Games 2025
Namun, pembalap Spanyol itu tidak pernah berhasil meraih kemenangan gemilang yang ditargetkannya, bahkan ketika rivalnya Fermin Aldeguer dan Raul Fernandez merayakan kemenangan perdana mereka di balapan terakhir.
Acosta mengakui kemajuan yang telah ia buat sejak musim debutnya yang penuh kecelakaan. Meski begitu dirinya bersikeras bahwa tahun 2025 masih terasa seperti sebuah kegagalan karena ia masih jauh dari targetnya.
“Musim ini agak disayangkan; kami belum berjuang untuk apa pun. Rasanya seperti tahun yang terbuang sia-sia dalam hidup saya. Begitulah adanya," kata Acosta.
Baca Juga: Hasil Super League: Persija Jegal PSIM Yogyakarta, Raih Tiga Poin di Hadapan Ribuan Jakmania
“Saya memberi tahu KTM pada hari pertama bahwa saya ingin datang ke sini, saya tidak datang untuk ini [menjadi yang keempat di kejuaraan]."
"Saya telah membuat langkah besar ke depan dari pertengahan tahun hingga sekarang. Saya telah mendapatkan konsistensi, saya tahu cara membaca balapan dengan lebih baik."
Artikel Terkait
MotoGP Austria: Marc Marquez Menang Sprint di Red Bull Ring, Pedro Acosta Tampil Apik
Jorge Lorenzo: Pedro Acosta Bisa Jadi Rival Terkuat Marc Marquez
KTM Lakukan Uji Dyno Test untuk Prototipe Mesin Baru yang akan Digunakan Pada 2027
Ruben Xaus Puji Pedro Acosta, Sebut Wajar Jadi Incaran VR46