SportlinkNews - Keputusan Maverick Vinales menunjuk Jorge Lorenzo sebagai pelatih balapnya memang sempat mendapat sorotan dari banyak pihak.
Beberapa orang telah menyebut mereka pasangan yang aneh, sementara yang lain memprediksi mereka bahkan tidak akan sampai ke grand prix pertama musim MotoGP 2026 pada bulan Maret.
Namun, bagi Jorge Lorenzo, keputusan tersebut bukanlah tanpa alasan kuat. Lorenzo berkenan menjadi pelatih Maverick Vinales karena menilai Vinales memiliki bakat yang luar biasa.
Baca Juga: SEA Games 2025: Timnas Basket Putra Indonesia Ditantang Vietnam di Perempat Final
“Saya belum pernah melihat pembalap dengan bakat sebanyak dia," ucap Jorge Lorenzo kepada Motorsport.com.
Mantan pembalap Yamaha ini menjelaskan, kesepakatan dirinya dengan Vinales diselesaikan menjelang akhir musim lalu, lebih tepatnya di Lombok, meskipun kontak telah berlangsung selama beberapa waktu.
“Kami mulai berbicara ketika dia masih di Aprilia, dan tahun ini kami bertemu di Indonesia,” tambah Lorenzo, yang juga bekerja sebagai komentator untuk stasiun televisi Spanyol DAZN.
Baca Juga: Persita Jalani Dua Laga Uji Coba, Carlos Pena: Kami Menerapkan Taktik yang Berbeda dari Biasanya
“Di sana, Maverick memberi tahu saya bahwa dia akan sepenuhnya berkomitmen untuk bekerja sama dengan saya, bahwa dia akan menjadi seorang prajurit."
"Intuisi saya mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang menganggap segala sesuatunya dengan serius dan kenyataannya saya telah menemukan seorang pria yang sangat tenang, sangat dewasa, dalam keadaan yang sangat tenang.”
“Beberapa orang mengatakan kita bahkan tidak akan sampai ke Buriram bersama, tetapi saya tidak pernah peduli dengan apa yang orang katakan,” kata Lorenzo.
Baca Juga: SEA Games 2025: Tim Wushu Indonesia Pertahankan Gelar Juara Umum
Saat menjadi pembalap aktif, Lorenzo memang dikenal tidak ambil pusing dengan komentar-komentar orang lain. Setiap komentar yang diterimanya, Lorenzo selalu membiarkannya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.
Sepanjang kariernya, juara dunia Yamaha (2010, 2012, dan 2015) ini dikenal karena kemampuannya untuk mengabaikan gangguan eksternal pada tahap-tahap tertentu dan tampil maksimal sesuai potensinya yang luar biasa.
Artikel Terkait
Meski Sulit, Maverick Vinales Yakin Masih Bisa Bersaing di MotoGP 2025
Jorge Lorenzo: Pedro Acosta Bisa Jadi Rival Terkuat Marc Marquez
Maverick Vinales Kembali Beraksi di GP Valencia, Jorge Martin Tunggu Pemeriksaan Medis
Maverick Vinales Tunjuk Jorge Lorenzo Jadi Pelatih Performanya Demi Peningkatan Prestasi Musim 2026