Bagnaia Tak Siap Hadapi Level Marc Marquez di Ducati

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 28 Desember 2025 | 22:14 WIB
Dua rider tim Ducati Lenovo, Francesco 'Pecco' Bagnaia dan Marc Marquez menjalani sesi tes di Sirkuit Aragon, 9 Juni 2025.
Dua rider tim Ducati Lenovo, Francesco 'Pecco' Bagnaia dan Marc Marquez menjalani sesi tes di Sirkuit Aragon, 9 Juni 2025.

SportlinkNews - Musim MotoGP 2025 memperlihatkan kontras tajam bagi dua rider Ducati. Sementara Marc Marquez tampil dominan dengan menyabet gelar dunia, Francesco Bagnaia justru mendapatkan kegagalan total.

Bagnaia memasuki musim 2025 dengan reputasi salah satu rider paling sukses dalam beberapa tahun terakhir. Meski gagal mempertahankan gelar pada MotoGP 2024 yang direbut Jorge Martin, ia menutup musim tersebut sebagai runner-up dengan 11 kemenangan balapan.

Kedatangan Marquez ke tim pabrikan Ducati memicu prediksi persaingan internal yang ketat antara dua rider tersebut. Namun kenyataannya, Bagnaia justru kesulitan tampil maksimal.

Baca Juga: Hasil Super League: Madura United Tundukkan Semen Padang, Enam Gol Tercipta di Pamekasan

Sepanjang musim, Bagnaia hanya mampu memenangi dua balapan utama dan sering gagal menembus podium. Akibatnya, ia harus puas mengakhiri musim di posisi kelima klasemen akhir.

Sebaliknya, Marquez menunjukkan performa nyaris sempurna. Rider Spanyol itu mencatat 11 kemenangan grand prix dan memastikan gelar juara dunia saat masih tersisa empat seri.

Kegagalan Bagnaia menjadi sorotan publik, termasuk dari Paolo Simoncelli, tokoh balap motor Italia sekaligus ayah dari mendiang Marco Simoncelli. Ia menilai Bagnaia tidak siap menghadapi level persaingan yang dibawa Marquez ke tim.

Baca Juga: McLaren Lelang Tiga Mobil Terbaiknya, Termasuk Mobil F1 2026 yang Belum Digunakan

“Dia tidak siap dengan seorang rekan setim yang sangat tangguh. Pecco kan datang dari kelompoknya Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di sana, dia meremehkan Marquez,” kata Simoncelli kepada Corriere della Sera.

Simoncelli menambahkan pengalaman sukses Bagnaia di musim sebelumnya bisa membuatnya salah perhitungan saat menghadapi Marquez di garasi yang sama.

“Di tahun sebelumnya [2024], dia gagal juara dunia meskipun memenangi 11 balapan grand prix. Pecco mungkin berpikir, ‘Apa yang harus kulakukan hanyalah jatuh lebih sedikit’, tapi Marc itu kan monster di atas lintasan dan itu membuat dia panik.”

Baca Juga: Selebrasi Lima Dekade, Produsen Aksesoris Sepeda Ini Bikin Komponen dari Lapisan Emas

Lebih jauh, Simoncelli menegaskan sejak awal dirinya sudah meyakini kemampuan Marc. Ia menilai pembalap Spanyol itu memiliki mental juara yang kuat dan tak mudah terpengaruh tekanan internal tim.

“Saya sudah tahu bahwa Marc adalah yang terkuat, saya selalu suka dengan dia; dia itu balapan dan berpikir seperti almarhum putra saya, dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha.”

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X