Musim 2025 disebut Mir sebagai periode transisi. Ia mampu menunjukkan potensi dalam beberapa situasi balapan, yang memungkinkannya untuk melihat seberapa jauh Honda bisa melangkah.
"Sekarang, para insinyur kami memiliki waktu untuk mengintegrasikan semua informasi dan mengatasi kelemahan yang menyebabkan kami terlalu memaksakan diri di beberapa trek, yang, terutama dalam kasus saya, menyebabkan sedikit inkonsistensi," imbuhnya.
"Saya sangat optimis. Tahun ini, saya merasa motornya sangat matang. Salah satu alasannya adalah saya sudah lama mengendarainya. Kami semua membuat kemajuan yang baik dalam proyek ini," jelas Mir.
Baca Juga: Inter Milan Jegal Torino di Perempat Final Coppa Italia, Bakal Bertemu Pemenang Napoli vs Como
"Saya sangat senang melihat bahwa kerja keras yang telah kami lakukan sejauh ini akhirnya membuahkan hasil, sambil tetap berhati-hati."
MotoGP 2026 menandai musim terakhir Honda RC213V 1.000cc berkompetisi di kelas premier balap motor Grand Prix.
Tahun depan, era baru dimulai dengan perubahan regulasi teknis. Salah satunya, kapasitas mesin yang turun menjadi 850cc.
Baca Juga: Perempat final Coppa Italia: Inter Milan Lolos ke Semifinal, Enam Tim Masih Berebut Tempat
Namun, sebelum itu, Mir mengatakan ingin fokus terlebih dulu terhadap pengembangan motor musim ini. Harapannya dapat jadi fondasi kokoh, seiring peraturan Kejuaraan yang berubah.
Mir mengungkapkan, motor baru Honda ini memang bagus di Sepang tapi belum tentu di sirkuit lainnya. Karena itu segala macam informasi data yang dikumpulkan akan sangat penting demi mengembangkan motor yang kompetitif di segala arena.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Honda Bersiap Meluncurkan Unit Daya Baru untuk Aston Martin Menjelang Musim Balap F1 2026
Monster Energy Honda HRC Bidik Kemenangan di Reli Dakar 2026
Honda Buka Selubung Motor RC213V yang Dibalut Warna Tricolor HRC
Honda Semringah, Joan Mir Tembus 1:56 di Tes Sepang, Yamaha Nelangsa