SportlinkNews - Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, makin memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara MotoGP musim 2026 usai merampungkan rangkaian balapan di Sirkuit Silverstone. Kendati margin poinnya makin menjauh dari para pesaing terdekat, ia menegaskan tidak ingin terbeban ekspektasi perburuan gelar juara dunia.
Keberhasilan mempertahankan posisi teratas diraih usai Martin menyelesaiakan balapan utama MotoGP Inggris di urutan kedua pada Minggu (9/8) malam WIB. Hasil impresif pada balapan tersebut melengkapi performa maksimalnya yang sehari sebelumnya sukses mengamankan podium tertinggi di sesi balapan Sprint.
Tambahan poin tersebut membuat koleksi angka Martin kini menembus 240. Ia unggul 31 angka atas rival terdekatnya, Marco Bezzecchi, yang menempati peringkat kedua.
Baca Juga: adidas dan Trinity Rodman Meluncurkan F50 Sparkfusion Edisi Khusus Terbaru
Lompatan jarak poin tersebut terbilang cukup signifikan jika dibandingkan dengan situasi persaingan pada seri sebelumnya di GP Jerman. Usai balapan di Sirkuit Sachsenring, Martin tercatat hanya mengantongi keunggulan tipis 14 poin dari kejaran Ai Ogura.
Meskipun peta persaingan makin menguntungkan posisinya, Martin enggan terbuai dengan dinamika perolehan angka di papan klasemen. Prioritas utamanya saat ini adalah menjaga ritme performa dan tingkat konsistensi di setiap seri tersisa.
Martin secara terbuka enggan memikirkan kalkulasi angka menuju tangga juara dunia. "Saya tidak terlalu peduli apakah saya pertama atau kedua atau apa pun," ujar Martin seperti dilansir Crash.
Baca Juga: Xabi Alonso Terpaksa Menarik Austin MacPhee Menjauh dari Pertengkaran Sengit
"Saya cuma mencoba terus berkembang, secara terus-menerus, agar punya peluang untuk bertarung untuk gelar juara di akhir. Buat saya, itu cukup bagus," Martin menambahkan.
Sikap tenang dan tanpa beban yang ditunjukkannya saat ini merupakan buah dari pelajaran berharga yang dipetik dari musim-musim sebelumnya. Pendekatan mental tersebut diakui sangat membantu dalam menjaga kondisi psikologisnya sepanjang kejuaraan yang padat.
"Dua tahun lalu, saya sangat terobsesi dengan selalu mencoba ada di depan, mencoba memimpin. Tapi jujur saja itu menguras energi," ujarnya.
Baca Juga: Rumor Transfer: Barcelona Tingkatkan Upaya Rekrut Rodri dari Man City
Pola pikir yang diterapkannya terbukti efektif membawa stabilitas performa serta hasil positif di atas lintasan. Ketenangan dalam mengeksekusi strategi balapan menjadi modal utama Martin dalam menghadapi tekanan rival.
"Jadi sekarang saya cuma fokus untuk jadi Jorge yang lebih baik. Dan konsekuensinya adalah kami melakukan hal yang tepat dan saya memimpin," ungkapnya.
Artikel Terkait
MotoGP Inggris: Fabio Quartararo Siap Balas Dendam Kegagalan di Silverstone Musim Lalu
Silverstone Terus Berlanjut Gelar Balap MotoGP Inggris Hingga 2028
MotoGP Inggris: Marco Bezzecchi Akui Dirinya Belum 100 Persen Pulih dari Cedera
Tim Medis MotoGP Izinkan Marco Bezzecchi Balapan Grand Prix Inggris
MotoGP Inggris: Raul Fernandez Tampil Apik Jadi Pemenang Berbeda ke-12 di Silverstone