“Tetapi tentu saja budayanya berbeda antara Jepang, Italia, Spanyol, dan AS. Setiap suasana bagus jika hasilnya bagus,” papar pembalap #93.
Marquez mencetak podium pertamanya di Ducati di Grand Prix Portugal pada balapan sprint, ketika ia naik dari posisi kedelapan ke posisi kedua.
Hasil lima besar di grand prix berjalan lancar setelah tabrakan kontroversial dengan rekan pabrikan Ducati Francesco Bagnaia, yang dianggap sebagai insiden balapan, namun Marquez tetap menyalahkan juara dunia dua kali itu.
Artikel Terkait
Rolando Romero vs Isaac Cruz, Garcia: Romero Pengecut!
Gelaran Bergengsi London Marathon Dianugerahi World Athletics Heritage Plaque
Megawati Beri Sinyal Tinggalkan Red Sparks, Ucapkan Terima Kasih Pada Gia