SportlinkNews - Menjelang Red Bull Grand Prix Amerika di sirkuit Austin, Pedro Acosta (Red Bull GASGAS Tech3) menjadi bintang tamu dalam program acara populer di stasiun televisi Spanyol, "El Hormiguero".
Pada acara tersebut Acosta mengisahkan sepak terjangnya di balap motor. Bagaimanapun juga kemenangan Acosta pada debutnya di GP Portugal telah menyita banyak perhatian publik dunia.
Bahkan sebelum masuk kelas premier, Acosta menorehkan prestasi yang luar biasa. Hanya dalam tiga musim berkiprah di Grand Prix, ia sudah mengemas gelar juara Moto2 dan Moto3.
Baca Juga: Debut Manis Pedro Acosta Calon Juara Dunia MotoGP Berikutnya?
Dan kemenangan El Tiburon di GP Portugal dengan mengalahkan banyak pembalap senior tentu saja bikin penasaran para penggemar MotoGP di negaranya.
"Pada akhirnya, saya melihat betapa banyak perubahan yang saya alami sejak saya berada di Kejuaraan."
"Saya tiba pada usia 16 tahun, dan sekarang saya hampir berusia 20 tahun. Jadi, saya sudah berubah," tutur Acosta.
"Tahun pertama berjalan sangat baik. Tahun ketiga berjalan sangat baik, tetapi tahun kedua sulit pada awalnya, dan saya pikir sekarang saya berbeda dibandingkan ketika saya memulai."
"Jika saya tidak belajar dan menjadi dewasa, saya akan tersingkir dari Kejuaraan karena kecepatan saya dalam mengendarai motor tidak normal," ujarnya.
Banyak yang telah menyaksikan kiprah Acosta sejak lama dan masuknya sang rookie ke kelas premier telah memantik antisipasi yang cukup besar.
"Ya, saya berganti tim, saya berganti kepala mekanik, saya mengubah segalanya, dan itulah balapan nyata pertama yang saya lakukan karena Sprint pada Sabtu adalah pemanasan untuk hari Minggu."
"Jadi, saya tiba, melepas helm, mereka mendekati saya dan berbisik di telinga saya, 'Lakukan saja'. Saya pun memberikan segalanya," papar pembalap bernomor #31.
Salah satu momen paling menarik dari debut Acosta di Lusail adalah saat melancarkan manuver overtaking terhadap Marc Marquez (Gresini Racing MotoGP).
"Sepertinya lebih mudah di TV daripada yang saya alami. Dia melakukannya dengan (Valentino Rossi), dan sekarang saya sudah melakukannya. Ambil risiko dan lakukanlah. Itu indah," ucap Spaniard.
Artikel Terkait
Pembalap Mathieu van der Poel Catat Kemenangan Ketiga di Tour of Flanders
Cristiano Ronaldo Cetak 65 Hat-trick, Gawang Eks Kiper AC Milan Jebol 8 Kali
5 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Salah Satunya Persija Jakarta
Performa Dani Pedrosa Semakin Kuat dan Cepat, Berpeluang Besar Balapan di Jerez