"Ada jeda 31 tahun antara kemenangan Spencer di Spa-Francorchamps dan kemenangan Marquez di COTA. Bagi Acosta, penantiannya kali ini tak akan terlalu lama."
Nick mengungkapkan, Spanyol merupakan sarang pembalap brilian dan Juara Dunia di semua kelas yang lebih kecil. Namun, barisan Spaniard kesulitan dengan motor 500cc.
Sementara nama-nama, seperti Angel Nieto, Sito Pons, dan Ricardo Tormo mendominasi perebutan titel kategori 50cc, 1250cc serta 250cc.
Baca Juga: Dani Pedrosa dan Pol Espargaro Wildcard di MotoGP 2024
Para penggemar pun harus bersabar melihat pembalap Spanyol berjaya dalam kelas lebih tinggi.
Pada 1992, kemenangan Alex Criville pada balapan 500cc di Assen hampir luput dari perhatian.
Dia melewati garis finis untuk menjadi pembalap Spanyol pertama yang memenangi Grand Prix 500cc.
Baca Juga: WorldSBK Race 2: Toprak Balas Dendam, Kalahkan Juara Bertahan Alvaro Bautista di Assen
Itu akhir pekan penuh dengan kecelakaan dan drama, terutama bagi Mick Doohan dan Kevin Schwantz, yang mencuri berita utama. Dari perlombaan ini, momentumnya makin meningkat.
Tiga tahun kemudian, Jerez menggila. Alberto Puig jadi pembalap Spanyol pertama yang menang balapan 500cc di kandangnya.
Dengan posisi ketiga ditempati Criville, ini kali pertama dua pembalap Spanyol naik podium 500cc. "Mantra itu akhirnya dipatahkan," ujar Nick.
Baca Juga: Podium Perdana di WorldSBK Belanda, Pembalap Yamaha Remy Gardner Mengaku Sempat Frustasi
Criville tiga kali menang beruntun di Jerez dari 1997 hingga 1999, serta menjadi Juara Dunia 500cc pertama asal Spanyol pada 1999.
Gelar juara dan kemenangan di Jerez lalu mengalir deras, yang membuat sirkuit itu kian terkenal.
Kemenangan kandang untuk Sete Gibernau, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo serta Marc Marquez dirayakan di dalam dan luar lintasan dengan gaya Jerez yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Apakah Benar Berenang Membuat Badan Menjadi Lebih Tinggi? Ini Jawabannya
Liverpool Tetapkan Tiga Target Pengganti Jurgen Klopp
Yayasan Real Madrid Luncurkan Program Klinik Sepak Bola-Edukasi di Namibia
Piala Thomas dan Uber Menjadi Momen Penguatan Semangat Kebersamaan Atlet Bulu Tangkis Indonesia