Mengerikan! Espargaro Menilai Downforce di MotoGP Terlalu Banyak untuk Tubuh Manusia

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Sabtu, 15 Juni 2024 | 11:20 WIB
Espargaro (#41) berduel dengan Marquez di GP Catalunya (MotoGP)
Espargaro (#41) berduel dengan Marquez di GP Catalunya (MotoGP)

SportlinkNews - Banyak yang tidak menduga kalau balapan MotoGP memiliki risiko lain yang tidak kalah bahayanya dibanding terjatuh saat menggeber motor berkapasitas mesin 1.000cc itu.

Balap MotoGP saat ini semakin kencang. Apalagi dengan pengembangan sistem aerodinamika pada motor yang membuatnya meluncur cepat.

Pengembangan aerodinamis menjadi medan pertempuran utama di MotoGP ketika Ducati memulai musim 2015 dengan winglet pada sepeda motornya.

Baca Juga: Hasil EURO 2024: Jerman Vs Skotlandia, Der Panzer Sempurna dengan 5 Gol di Laga Pembuka

Meskipun upaya telah dilakukan untuk mengatasi hal ini pada tahun 2017, pabrikan hanya mengembangkan konsep aerodinamis baru dalam kerangka peraturan.

Untuk perombakan regulasi pada tahun 2027, pengembangan aero akan dikurangi dalam upaya mengurangi dampak negatifnya terhadap tontonan balap.

Ketika pengembangan aero masih dalam tahap awal pada tahun 2015, lap tercepat di Mugello adalah 1m46.489s, sedangkan balapan diselesaikan dalam 41m39.173s.

Baca Juga: Euro 2024: Jerman Menang Telak, Jamal Musiala Jadi Player of The Match

Pada tahun 2024, lap tercepat kini mencapai 1m44.504s, sedangkan waktu balapan adalah 40m51.385s.

Selain oleh pengembangan aerodinamis, ada faktor lain yang membuat balap MotoGP semakin "mengerikan", seperti adanya peningkatan pada mesin dan munculnya perangkat ketinggian pengendaraan, serta pengembangan ban.

Pembalap Aprilia Aleix Espargaro meyakini tingkat downforce yang dicapai di MotoGP modern “terlalu berat bagi tubuh manusia” setelah apa yang ia rasakan pada GP Italia yang dinilai memberikan risiko ‘bencana’ secara fisik.

Baca Juga: Pembukaan Euro 2024: Selebrasi Penuh Warna-Warni dan Penghormatan untuk Legenda Sepak Bola Jerman Franz Beckenbauer

Aleix finis di urutan ke-11 di GP Italia pada awal Juni dalam balapan yang sulit secara keseluruhan bagi pengguna RS-GP, dengan Maverick Vinales yang terbaik di antara mereka di urutan kedelapan.

Meski Espargaro mengakui pada saat itu bahwa set-up motornya bukan yang terbaik, ia merasa dampak aerodinamis di MotoGP kini sudah melampaui apa yang dapat dikendalikan oleh tubuh.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: motorsport.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X