Salah satu kekuatan terbesar Ducati tahun ini adalah kemampuannya untuk mendapatkan performa maksimal dari ban baru Michelin tahun 2024, sekaligus menjaga degradasi seminimal mungkin di sisa balapan.
Sebaliknya, Aprilia mengalami kesulitan dengan keausan ban yang parah di RS-GP pada musim ini.
Bahkan Espargaro harus memasang kompon keras di bagian belakang motornya di Silverstone dan Vinales mengeluh bahwa bannya ‘hilang setelah hanya enam lap’.
Baca Juga: Demi Persebaya Bonek Ini Nekat Borong Tiket Pertandingan Satu Musim
Menanggapi hal tersebut, Rivola mengatakan bahwa Aprilia perlu mencurahkan sebagian besar balapan akhir pekannya untuk memahami ban Michelin.
“Sejak kembali ke Eropa, Aprilia sering berada di barisan depan. Ia bertahan cukup baik di sprint, tapi di balapan panjang, dari tengah dan seterusnya kami kurang kompetitif,” keluhnya.
“Ada masalah manajemen performa terkait keausan ban. Kami tentu harus fokus pada hal itu, bahkan mungkin dalam perencanaan akhir pekan, meski terkadang ada risiko melewati Q1," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jorge Martin Resmi Bergabung ke Aprilia Racing pada MotoGP 2025
Marco Bezzecchi Bergabung ke Skuad Aprilia Racing Mulai 2025 Impian Massimo Rivola Terwujud
Arema FC Penuhi Kuota Pemain Asing Liga 1 dengan Menghadirkan Gelandang Bertahan asal Brasil
Jaimerson Xavier Akhirnya Perkuat Lini Belakang PSBS Biak di Liga 1