Bagnaia sempat mengimbangi Martin, serta kembali ke puncak klasemen di usai GP Jerman. Kedua pembalap lalu kembali bertukar posisi di GP Inggris dan GP Austria.
Sial bagi Bagnaia. Ia mengalami hasil yang menyedihkan di GP Aragon. Finis kesembilan saat Sprint, tetapi DNF setelah insiden dengan Alex Marquez (Gresini Racing MotoGP).
Sebaliknya, Martin mengamankan dua kali P2 dalam balapan yang menjadi salah satu akhir pekan terpenting musim ini.
Baca Juga: Skuad Hansi Flick Torehkan Rekor Gol Terbanyak Barcelona dalam 16 Pertandingan Awal
Dengan satu putaran tersisa, Bagnaia hanya terpaut enam poin dari total 467 poin yang diraihnya pada 2023. Kendati ada kemungkinan besar akan melampaui perolehan poinnya, itu mungkin tak akan cukup.
Pertarungan Terakhir di Barcelona
Menjelang putaran final, Martin memegang keunggulan 24 poin, dan dapat mengklaim titel MotoGP dalam balapan Sprint.
Baca Juga: Menyambut HUT ke-101 Persis Solo Gelar Historical Walking Tour Libatkan Empat SSB
Jika ia berhasil melakukannya, maka hal ini akan menjadi hal yang pantas mengingat kepiawaiannya di Sprint Race. Itu tentu saja bakal membuat Bagnaia kesulitan menghadapi Sprint.
Namun, seperti yang dikatakan Martin, semuanya belum berakhir dan seperti yang kita ketahui, apa pun bisa terjadi di MotoGP.
Jadi, Motul Solidarity Grand Prix Barcelona yang dimulai pada 15 November nanti bakal jadi saksi siapa yang terbaik di musim 2024.
Artikel Terkait
Puma Velophasis 002 Hadir dengan Sentuhan Gaya Era 2000-an
Psikologi Olahraga: Apa Manfaatnya bagi Atlet?
Cara Mengisi Bahan Bakar untuk Maraton, Ini Pentingnya Nutrisi
Padel Indonesia Unjuk Prestasi di Asia Pasific