"Sementara itu, kami tidak akan bisa menahan Pedro Acosta lebih dari dua tahun jika kami tidak memiliki motor yang bisa bersaing untuk menang," tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan ini, KTM terus melakukan evaluasi terhadap pengembangan motor RC16.
Baca Juga: Rencana Liar Floyd Mayweather Bernilai Rp 81 Miliar, Gelar Pesta Ultah Selama Seminggu di Miami
Umpan balik dari Acosta, Brad Binder, serta dua pembalap Tech3, Maverick Vinales dan Enea Bastianini, menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.
Acosta sendiri sempat menyatakan bahwa KTM tidak perlu melakukan banyak perubahan karena menurutnya motor mereka sudah berada dalam kondisi yang cukup baik.
Namun, KTM tetap berusaha untuk meningkatkan performa motor agar lebih kompetitif.
Baca Juga: Barcelona Lengserkan Real Madrid Usai Menang Kontroversial atas Rayo Vallecano
Beirer pun berupaya menjaga suasana tim tetap kondusif, baik dari segi kerja sama antara kru dan pembalap maupun dalam manajemen tim secara keseluruhan.
"Saya yakin dalam waktu dekat kami bisa membuktikan bahwa kami memiliki motor yang mampu menang, sehingga Acosta akan tetap bersama kami," ujarnya.
Namun, jika KTM gagal mempertahankan kepercayaan Acosta, situasi ini bisa menjadi ancaman besar bagi masa depan mereka di MotoGP.
Baca Juga: 9 Bulan Koma, Pembalap F1 Jules Bianchi Meninggal Tragis
Acosta adalah pembalap muda berbakat yang menjadi incaran banyak tim besar. Kehilangan dia bisa membuat KTM semakin terpuruk di persaingan MotoGP ke depan.
Artikel Terkait
Timnas U-20 Indonesia Gugur di Piala Asia U-20 2025, Media Asia Tenggara Beri Kritik Tajam
Kyle Walker Pakai Kaus Nomor Punggung 32 di Milan, Izin Dulu dengan David Beckham
Daftar Lengkap 16 Tim yang Lolos Piala Sudirman 2025
Fabio Pecchia Dipecat, Parma Menunjuk Chivu Pelatih Baru
Jay Idzes Tumbang di Kandang Genoa 10 Menit Terakhir