SportlinkNews - MotoGP Argentina 2025 menghadirkan sejumlah kejutan, mulai dari dominasi Marquez bersaudara hingga kembalinya Franco Morbidelli ke podium setelah sekian lama absen.
Bagi Morbidelli, keberhasilannya finis di posisi tiga besar di Sirkuit Termas de Rio Hondo terasa seperti sebuah kemenangan.
Ia akhirnya mampu kembali bersaing di papan atas setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan dan menerima banyak kritik.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bisa Salip Arab Saudi di Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Syaratnya
Kepala kru MotoGP, Ramon Forcada, yang hampir membawa Morbidelli meraih gelar juara dunia pada 2020 sebelum dikalahkan oleh Joan Mir dari Suzuki, turut berkomentar tentang pencapaian ini.
"Forcada menilai Morbidelli sebagai pembalap berbakat sekaligus pribadi yang luar biasa."
"Namun, ia menilai karakter Morbidelli yang pendiam terkadang membuatnya sulit untuk menjadi pembalap yang lebih agresif di lintasan.
Baca Juga: Australia Dekati Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Timnas Indonesia, China Bisa Jadi Penentu
"Franco itu pria hebat dan berbakat, tapi dia tidak cukup menyebalkan untuk menjadi seorang pembalap," ujar Forcada, dikutip dari GPOne.
Menurutnya, Morbidelli adalah tipe pembalap yang membutuhkan segalanya berjalan sempurna agar bisa tampil maksimal.
Meski begitu, saat berada di lintasan, Morbidelli bisa melakukan apa pun yang ia inginkan tanpa memedulikan siapa lawannya, termasuk Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
Baca Juga: Begini Pembagian Hadiah Uang Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Setara dengan Juara Liga Champions
"Forcada juga mengungkapkan bahwa Morbidelli adalah orang yang tidak suka mengeluh."
"Jika mengalami cedera atau masalah, ia lebih memilih diam dan tidak mencari alasan untuk performanya."