“Marquez sudah menyatu dengan Ducati, dengan Dall'Igna, dengan tim ini, dia menang dan tersenyum,” ujar Pernat.
Baca Juga: Pelatih Persib Bakal Turunkan Pemain yang Jarang Tampil di Sisa Pertandingan Liga 1 2024/2025
Yang menarik, Pernat juga melihat adanya kesamaan antara Marquez dan legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Menurutnya, senyuman yang ditunjukkan Marquez setelah balapan menjadi indikator bahwa ia menikmati setiap momennya di lintasan, sama seperti yang dulu sering dilakukan Rossi.
Senyuman ini, kata Pernat, menunjukkan kekuatan mental seorang pembalap sejati yang mampu tetap fokus meski berada dalam tekanan besar.
Baca Juga: Tyrone del Pino Tidak Ambil Pusing Soal Gelar Individu Liga 1: Kalau Dapat, Itu Bonus
Pernat menambahkan bahwa sikap tersebut merupakan kunci kesuksesan jangka panjang dalam dunia balap.
Bahkan, Marquez masih bisa mengamankan podium meski sempat mendapatkan hukuman long lap penalty sebanyak dua kali dalam balapan utama.
Hal ini menunjukkan bahwa ia tetap tenang dan fokus meski dalam kondisi tidak ideal.
Baca Juga: Studi Mengukur Pengaruh Brand Media Sosial Pemain Sepak Bola Wanita Profesional
“Saya selalu mengatakan hal itu tentang Valentino Rossi, tentang Marquez,” kata Pernat.
“Orang yang selalu tersenyum, selalu menang, karena pada intinya ini adalah olahraga dan menyenangkan. Saat itu menjadi sebuah pekerjaan, maka Anda sudah kalah.”