balap-motor

Pembalap Tes Yamaha Augusto Fernandez Akui Mesin V4 Yamaha di MotoGP Tidak Cukup Kencang

Kamis, 17 Juli 2025 | 20:33 WIB
Augusto Fernandez pembalap penguji Yamaha saat membalap di GP Spanyol (@augustofernandez37)

SportlinkNews - Pabrikan Yamaha berharap dapat memberikan perlawanan kepada rival MotoGP mereka: Ducati, Aprilia, KTM, dan Honda, saat menggunakan mesin V4 untuk tahun 2026.

Tetapi pembalap penguji Yamaha Augusto Fernandez mengatakan kepada timnya kalau mesin Yamaha masih perlu banyak perbaikan.

Augusto Fernandez, mengklaim mesin V4 Yamaha masih belum cukup kencang, meski pabrikan Jepang itu berharap dapat menggunakannya untuk kampanye MotoGP 2026.

Baca Juga: Pacu Pertumbuhan Industri Olahraga Nasional, KONI Pusat Gelar Indonesia Sport Synergy Summit (ISSS) 2025

Yamaha telah mengembangkan unit daya baru ini sejak tahun lalu, dengan Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan MotoGP yang menggunakan mesin empat silinder segaris, alih-alih V4.

Hal ini berkorelasi dengan performa karena Yamaha, yang sebelumnya mendominasi balapan, saat ini berada di dasar klasemen konstruktor 2025 setelah 11 putaran.

Fernandez, yang akan membalap untuk Grand Prix Ceko akhir pekan ini, baru-baru ini menyelesaikan uji coba privat di Sirkuit Brno untuk melanjutkan pengembangan mesin.

Baca Juga: Timnas U-23 Malaysia Tertekan Jelang Duel Kontra Indonesia, Ini Tanggapan Nafuzi Zain

"Kelihatannya bagus, terlihat sangat positif, dan semuanya, tetapi masih belum cukup cepat," kata Fernandez.

"Itulah yang akan menentukan [mesin] untuk tahun depan. Mari kita lihat apakah dalam beberapa bulan ke depan selama musim panas ini, kami akan melakukan beberapa tes lagi untuk mencoba mempercepat proses dan mempersiapkan motor untuk akhir musim."

"Kami perlu mempercepat prosesnya karena jika kami ingin balapan dengan V4 tahun depan, kami masih perlu melakukan banyak pekerjaan," lanjutnya.

Baca Juga: Dihantam Cedera Franco Morbidelli, Maverick Vinales dan Simkiat Chantra Absen di MotoGP Ceko

"Tes terakhir masih belum lengkap, mesinnya belum bertenaga penuh. Semuanya masih terlalu dini untuk semuanya," ujar Fernandez.

Namun Fernandez menjelaskan bahwa para insinyur Yamaha di pabrik Jepang memilih proses yang lebih bertahap dalam pengembangannya.

Halaman:

Tags

Terkini