Dengan ban belakang berusia 18 lap, ia masih mampu mempertahankan kecepatan rata-rata 1 menit 30 detik.
Baca Juga: Kemenangan Liverpool Ternoda, Aksi Pelecehan Rasis Dialami Semenyo di Anfield
Sementara Marquez mencatat 1:29,7 detik, meski menggunakan ban depan yang relatif lebih baru.
Keunggulan Marquez dalam kecepatan satu putaran menjadi modal penting untuk menentukan posisi start terbaik.
Ia dikenal sulit dikejar pada lap-lap awal, sementara fase akhir lomba seringkali menjadi tantangan akibat menurunnya cengkeraman ban.
Baca Juga: Debut Hugo Ekitike di Liga Primer: Cetak Gol dan Assist yang Bikin Liverpool Unggul
Meski begitu, Marquez justru meredam ekspektasi.
Ia menilai podium sudah menjadi target realistis meski hasil latihan menempatkannya di depan.
“Mungkin hasil terbaik yang bisa saya raih nanti adalah posisi kedua, ketiga, atau keempat. Saya tidak bisa selalu menjadi yang tercepat,” ucapnya.
Baca Juga: Gol Chiesa dan Salah Bawa Liverpool Kalahkan Bournemouth di Pertandingan Pembuka Liga Primer 2025/26
Lebih lanjut, Marquez mengaku perlu menganalisis data telemetri untuk memahami detail perbedaan performa, khususnya pada area tertentu.
“Sekarang Bagnaia sangat cepat di Tikungan 2. Kami harus mempelajari mengapa dia lebih baik di sana,” tambahnya.
Pendekatan hati-hati Marquez menunjukkan pengalamannya membaca situasi balapan.
Baca Juga: David Beckham Hidupkan Kembali Warna Ikonik di Adidas Predator Elite Beam Pink yang Sarat Sejarah
Meski catatan waktu menjanjikan, ia tetap mengakui adanya potensi kejutan dari rival, termasuk Bagnaia yang telah tiga kali juara di Red Bull Ring.