“Saya bahkan sudah lupa kapan terakhir kali mendapatkan pole position,” ungkapnya.
Keberhasilan Bezzecchi menjadi lebih mengejutkan karena Red Bull Ring dikenal sebagai sirkuit yang menantang bagi tim Aprilia.
Baca Juga: Peraturan Liga Primer Inggris Berubah, Begini Dampak pada Setiap Klub
Bezzecchi mengungkapkan bahwa tim sempat meminta dirinya untuk tidak terlalu berharap tinggi di Austria.
Massimo Rivola, pimpinan tim Aprilia Factory, mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan Red Bull Ring kerap menjadi sirkuit sulit bagi motor mereka.
Namun, pembalap asal Italia ini mampu membuktikan kemampuan dan mengoptimalkan pengaturan motor dengan baik, sehingga berhasil bersaing di posisi atas.
Baca Juga: Selamat Jalan IGK Manila, Manajer Medali Emas Timnas Indonesia
“Memang kami belum bisa menjadi nomor satu di sesi balapan, tetapi setidaknya kami bisa bersenang-senang dan bertarung,” ujarnya.
Bezzecchi menambahkan, performa seperti ini perlu lebih sering terjadi agar tim dapat terus berkembang dan meningkatkan peluang podium di masa mendatang.
Hasil positif dari Austria membuat Bezzecchi semakin kokoh di posisi keempat klasemen sementara.
Baca Juga: Info Undian Awake NY x Air Jordan 5 yang Disetujui Michael Jordan
Ia kini tertinggal 43 poin dari Francesco Bagnaia yang berada di posisi ketiga.
Podium ini juga menjadi momentum penting bagi Bezzecchi untuk memperkuat kepercayaan diri dan meningkatkan persaingan di sisa musim MotoGP 2025.
Secara keseluruhan, performa Bezzecchi di MotoGP Austria menunjukkan bahwa pembalap muda ini mampu memanfaatkan peluang dengan maksimal, meskipun menghadapi tantangan berat di awal seri.
Podium ketiga menjadi bukti kemampuan dan konsistensi Bezzecchi, sekaligus menghadirkan optimisme bagi tim Aprilia untuk seri-seri berikutnya.