“Hal yang paling sulit adalah berhenti di ruang sempit dan berbelok sambil menekan rem."
"Hampir semua tikungan di sirkuit ini seperti itu,” jelasnya.
Situasi Bagnaia makin kontras jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Marc Marquez.
Dalam sesi Practice, Bagnaia hanya menempati posisi ke-14, sedangkan Marquez melesat ke posisi kedua dengan selisih tipis 0,006 detik dari Pedro Acosta (Red Bull KTM), sang pemuncak catatan waktu.
Baca Juga: Menang Telak atas West Ham, Pelatih Chelsea Puji Pemainnya yang Berpegang pada Game Plan
Perbandingan performa ini membuat Bagnaia kian frustrasi.
Ia mengaku musim ini merupakan periode terberat sepanjang kariernya.
“Saya berjuang di berbagai aspek untuk mencari solusi."
"Marc adalah satu-satunya yang mampu mengoptimalkan potensi motor ini."
"Tanpa ragu, ini momen tersulit dalam karier saya,” tegas Bagnaia.
Bagnaia juga mengaku sudah mempelajari data motor yang digunakan Marquez.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia2025 Jadi Panggung Perpisahan dan Awal Baru Wakil Indonesia
Namun, meski melihat bagaimana Marquez mengendalikan Desmosedici GP25, dirinya tetap kesulitan menirukan gaya balap tersebut.