Hal ini berbeda dengan pabrikan lain yang memiliki ikon kuat: Ducati dengan Marquez, Yamaha bersama Fabio Quartararo, serta KTM yang mengandalkan Pedro Acosta.
“Honda tidak punya figur sentral seperti itu,” tegas Pernat.
Baca Juga: Thailand Bidik Final ASEAN Cup U-16 Putri, Fokus Hadapi Vietnam
Ia bahkan menyinggung strategi manajer Jorge Martin yang dinilai tidak salah, meski kini terkendala kontrak dua tahun yang membuatnya tidak bisa bergabung dengan Honda.
Secara keseluruhan, MotoGP 2025 memperlihatkan dinamika yang semakin menarik.
Marquez kembali membuktikan kualitasnya sebagai pembeda bagi Ducati.
Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia 2025: Sikat Wakil Jerman, Ini Kata-kata Jonatan Christie
Sementara Aprilia dan KTM mulai mendekatkan diri dalam persaingan, Honda masih berjuang mencari pemimpin sejati di lintasan.