Ketika Ducati memilih Marquez untuk tim pabrikan pada Juni 2024, mereka menawarkan Martin kesempatan untuk tetap di Pramac dengan motor yang identik dengan #93. Namun Martin menolaknya dan malah bergabung dengan Aprilia.
Saat ditanya apakah ia bisa bersaing dengan Marquez bersaudara untuk gelar juara jika ia balapan dengan Ducati spesifikasi pabrikan di Pramac pada tahun 2025, ia berkata, “Kita tidak akan pernah tahu."
"Tetapi melihat musim Alex Marquez dan melihat catatan waktu balapan tahun ini dibandingkan dengan tahun 2024, saya pikir saya bisa bersaing," ucap Martin.
Baca Juga: Wulan Guritno Resmi Nahkodai Rans Simba Bogor Mulai IBL Musim 2026
“Tentu saja, saya akan memberikan 100%, dan saya pikir 100% itu sudah cukup untuk bersaing. Apa yang telah dilakukan Marc tahun ini sungguh luar biasa.”
Martin juga memuji Marc Marquez sebagai pesaing yang tangguh di lintasan. “Tapi Marc adalah saingan yang lebih tangguh di lintasan," ujar Martin.
"Dia adalah sosok yang kompetitif dan dia selalu berusaha mengalahkan Anda, bahkan jika itu berarti berisiko jatuh dan kehilangan kejuaraan. Dia akan selalu berusaha memenangkan balapan.”
"Untuk melawan Marc yang terbaik, Anda harus sangat siap. Tetapi saya juga akan memberi tahu Anda bahwa Marc yang terbaik akan membuat saya menjadi pembalap yang lebih baik."
"Karena semakin baik dia, semakin baik pula saya, karena saya akan mengikuti jejaknya dan belajar darinya. Jadi semoga kita bisa bertarung di masa depan,” ucapnya.
Martin yakin bahwa nasib buruknya tahun ini bukan karena nomor #1 di bagian depan motornya dan yakin bahwa ia akan mampu memenangkan gelar lagi.
Baca Juga: Kalah Telak dari Dewa United, Milomir Seslija akan Evaluasi Total Skuat Persis Solo
“Saya akan mengenakan [#1] lagi. Cepat atau lambat, saya akan mengenakannya lagi,” katanya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)