SportlinkNews - Spekulasi mengenai kembalinya Marc Marquez ke pangkuan pabrikan asal Jepang, Honda, terus menuai tanggapan dari berbagai kalangan praktisi otomotif dunia. Mantan pembalap MotoGP asal Kolombia, Santi Hernandez, turut memberikan pandangannya terkait masa depan Baby Alien.
Hernandez meyakini peluang untuk terjadinya reuni antara pembalap asal Spanyol itu dengan mantan timnya sudah tertutup rapat. Terlebih karena ia melihat sang pemilik nomor 93 itu bahagia dalam petualangan barunya bersama Ducati.
Pernyataan ini seolah mempertegas bahwa kenyamanan yang dirasakan Marquez di atas motor Desmosedici menjadi faktor utama penghambat jalan pulang. Pembalap berusia 33 tahun itu sendiri sebenarnya sudah memberikan bantahan resmi atas rumor yang beredar di jagat maya belakangan ini.
Baca Juga: Tim yang Mengalahkan Megawati, Kode Curang dalam Bola Voli Profesional Wanita, Tidak Lain Adalah …
Sejarah mencatat bahwa selama 11 tahun Marquez memperkuat Honda dalam perjalanan karier profesionalnya yang sangat fenomenal. Kerja sama tersebut sempat membuahkan hasil yang sangat luar biasa di kasta tertinggi balapan roda dua paling bergengsi sejagat.
Marquez bahkan sukses meraih gelar juara dunia MotoGP sebanyak enam kali bersama pabrikan Jepang itu sebelum periode sulit menghantam tim. Namun, dominasi tersebut mulai goyah sejak rentetan kecelakaan dan cedera serius menghambat performa kompetitif sang pembalap di lintasan.
Statistik menunjukkan performa Marquez menurun bersama Honda sejak musim 2019 akibat kendala fisik dan teknis motor. Dampaknya sangat signifikan bagi tim sayap mengepak tersebut karena mereka gagal menempatkan pembalapnya di podium tertinggi klasemen akhir.
Baca Juga: Deklarasi Bali Lahir, Indonesia Tegaskan Peran Motor Sport Diplomacy ASEAN
Marquez harus berjuang keras melewati masa-masa pemulihan yang panjang hingga akhirnya memutuskan untuk mencari tantangan baru di tim kompetitor. Penantian panjang tersebut akhirnya terbayar tuntas setelah ia melakukan debut yang solid sampai akhirnya comeback bersama Ducati di musim lalu.
Kini, dengan kondisi fisik yang semakin membaik dan performa motor yang lebih stabil, fokus pembicaraan mulai bergeser ke arah durasi kariernya. Mengingat usia Marquez yang sudah 33 tahun, pembahasan mengenai kapan akan gantung helm pun mulai ramai dibicarakan publik.
"Saya rasa tidak. Terlebih karena dia melihat sang pemilik nomor 93 itu bahagia dalam petualangan barunya: 'Dia di Ducati, dia bahagia, dia sudah kembali tersenyum'," kata Hernandez dikutip dari GP One.
Baca Juga: Hasil Super League: PSM Makassar Menang Tipis atas Bhayangkara FC
Hernandez memberikan analisis yang cukup berani mengenai sampai kapan Marquez akan terus memacu motornya. Ia meyakini bahwa Marquez tak bakal balapan sampai usia 40 tahun layaknya yang dilakukan oleh beberapa pembalap legendaris lainnya.
Faktor kelelahan mental dan akumulasi dampak cedera lama diprediksi menjadi pertimbangan utama bagi Marquez dalam mengambil keputusan besar. Ia mengalami beberapa cedera parah di sepanjang kariernya sebagai pebalap adu cepat kuda besi yang sangat berisiko tinggi tersebut.