SportlinkNews - Siapa sangka jika Pedro Acosta ternyata mampu menyihir para pencinta MotoGP dengan aksi-aksi menawannya di setiap seri MotoGP.
Sejatinya, sebagai rookie, Acosta yang baru musim ini mencicipi kelas premier balap motor dunia masih harus banyak belajar. Tapi, Acosta memang beda.
Nick Harris, seorang komentator dan jurnalis motorsport dunia menyebut Pedro Acosta sebagai pembalap muda yang telah menunjukkan kesabaran dan kedewasaan di lintasan.
Baca Juga: Legenda MotoGP Dani Pedrosa: Pedro Acosta Melampaui Ekspektasi!
Nick Harris mengungkapkan, Pedro Acosta akan tiba di venue legendaris dengan mengetahui, bahwa ia memiliki tujuh putaran lagi untuk menulis ulang sejarah.
Remaja asal Murcia itu, menurut Nick, punya waktu hingga GP Jerman di Sachsenring untuk menjadi pembalap termuda yang memenangi balapan kelas premier dalam 75 tahun sejarah Grand Prix.
"Sejauh ini, sang rookie Red Bull GASGAS Tech3 telah menunjukkan kesabaran dan kedewasaan di lintasan," tulis Nick Harris dalam blognya di motogp.com.
Baca Juga: MotoGP Amerika: Maverick Vinales Juara, Pedro Acosta dan Enea Bastianini Tampil Brilian
"Kini, ia akan diuji sampai batas mutlak dalam pusaran, serta hiruk pikuk patriotik Spanyol yang mengalir dari lereng bukit dan tribune penonton akhir pekan ini."
Acosta adalah pemenang Moto3 di Jerez pada 2023. Tetapi, balapan kali ini bakal sangat berbeda. Ia sendiri sudah menorehkan sejarah dalam musim debutnya di MotoGP.
"El Tiburon jadi pembalap termuda kedua yang dua kali podium kelas premier berturut-turut usai penampilan gemilangnya di Portimao dan COTA," jelas Nick.
Baca Juga: Performa Pedro Acosta di MotoGP Amerika Bikin Bos Red Bull GasGas Tech3 Terkesan
Acosta mengungguli Marc Marquez. Bahkan berpeluang menggeser kompatriotnya itu jika pembalap nomor #31 itu raih kemenangan pada tujuh balapan berikutnya.
"11 tahun lalu, Marquez melampaui Freddie Spencer sebagai pembalap termuda yang memenangkan balapan kelas premier," sambung Nick.