Sementara itu, Bagnaia mencatatkan performa terbaiknya musim ini, dengan meraih lima kemenangan dalam enam balapan.
Kemampuan Martin untuk masuk tiga besar saat tidak menang telah menjadi faktor kunci dalam perebutan gelarnya.
Perlu juga dicatat, bahwa ia hanya dua kali gagal finis dalam balapan Minggu pada 2024, dibandingkan dengan empat kali pada 2023.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Pilih Andalkan Vinicius daripada Mbappe di Real Madrid
Total 485 poin yang diraih Martinator pada 2024 sejauh ini, merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan 428 poin yang dikemasnya musim 2023.
Konsistensi Martin untuk naik podium itulah yang membuat perbedaan besar.
Di sisi lain, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) sangat dominan meraih kemenangan. Ia mengemas 10 kemenangan pada 2024, naik dari tujuh kemenangan sepanjang 2023.
Baca Juga: Kejurnas Catur Junior VI Libatkan 530 Pecatur Muda, Wamenpora Taufik Hidayat Apresiasi PB Percasi
Namun, kelemahannya musim ini adalah dalam Sprint Race, yang membuatnya kesulitan mencetak poin.
Bagnaia hanya mengumpulkan 116 poin Sprint pada 2024, turun 24 poin dibandingkan dengan total 140 poin musim 2023. Penurunan performa Sprint ini merupakan kemunduran besar.
Ditambah ia mencatatkan empat DNF dalam Sprint, termasuk crash saat memimpin di Catalunya, dan baru-baru ini terjatuh di Sepang.
Baca Juga: Liverpool vs Aston Villa: Arne Slot Sudah Bisa Menebak Apa yang akan Dilakukan Unai Emery
Sebelum musim 2024 bergulir, sang Juara Dunia bertahan menganggap Sprint sebagai kelemahan terbesarnya, dan itu terbukti.
Setelah enam putaran, ia hanya mencetak 14 poin pada Sabtu, berbanding 56 poin milik Martin.
Dan meski berhasil mengungguli rivalnya dalam balapan Minggu, Bagnaia masih harus mengejar ketertinggalan dengan selisih 39 poin.