SportlinkNews - Manchester City masih bergelut dalam perselisihan hukum yang panjang dengan Premier League terkait aturan sponsor klub, dan penyelesaian kasus ini diperkirakan baru akan terjadi pada 2025.
Perseteruan dimulai sejak Juni 2024, ketika Manchester City mengajukan gugatan terhadap regulasi Associated Party Transactions (APT) yang diberlakukan oleh Premier League.
Aturan ini diberlakukan sejak 2021 menyusul akuisisi Newcastle United oleh Saudi Public Investment Fund (PIF), dengan tujuan mencegah klub yang memiliki pemilik kaya raya untuk membuat kesepakatan sponsor yang dianggap tidak sesuai nilai pasar.
Baca Juga: Persija Jakarta Vs Semen Padang Digelar di Pakansari, Dua Laga Kandang Terakhir Targetkan JIS
Menurut laporan dari The Lawyer, kasus ini kemungkinan belum akan dibawa ke sidang arbitrase hingga pertengahan Oktober 2024.
Jika prosesnya berjalan seperti gugatan sebelumnya, putusan akhir dapat tertunda hingga tahun depan.
Sebagai gambaran, ketika Manchester City sebelumnya menantang aturan liga, panel sidang baru terbentuk pada Juni, putusan awal hadir pada September, dan hasil akhir diumumkan pada Februari tahun berikutnya.
Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Indonesia Terbang Menuju Xiamen dengan Keyakinan Penuh
Dalam dokumen setebal 165 halaman, Manchester City menuding Premier League melakukan tindakan diskriminatif terhadap klub.
Di tengah proses tersebut, Premier League telah menyesuaikan beberapa ketentuan APT setelah menjalani arbitrase dua pekan.
Perubahan itu mencakup pembatalan beberapa amandemen sebelumnya, perubahan cara penyampaian informasi dari basis data internal liga kepada penasihat klub, serta pengaturan baru yang mewajibkan pinjaman pemegang saham dilaporkan sebagai transaksi APT dan dinilai berdasarkan harga pasar wajar.
Baca Juga: Secarik Kertas yang Menentukan Nasib Pembalap F1, Sering Dianggap Remeh Padahal Sangat Vital
Namun, meski sudah dilakukan penyesuaian, City bersama tiga klub lain—Newcastle United, Aston Villa, dan Nottingham Forest—menolak perubahan tersebut dalam rapat pemegang saham pada November 2024.
Hanya empat klub yang menolak, sementara 16 klub lainnya menyatakan persetujuan.
Artikel Terkait
Roster IBL GoPay All Stars 2025 Alami Perubahan: Jawato, Arighi, dan Beane Dicoret
Kompetisi LaLiga Alami Kenaikan Pendapatan Hingga Rp95,5 Triliun untuk Musim 2023/2024
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027, Timnas Malaysia Diperkuat Pemain Naturalisasi
Beckham Putra Lampaui Rekor Gol, Fokus Bawa Persib Bandung Juara Liga 1
Tunjuk Justin Tatum sebagai Nahkoda Baru, Pelita Jaya Targetkan Persaingan Lebih Ketat di Asia