Sengketa Aturan Sponsor, Manchester City Masih Berseteru dengan Premier League

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Kamis, 24 April 2025 | 23:30 WIB
Manchester City masih berseteru dengan Premier League soal aturan sponsor baru untuk musim 2025-2026. (INSIDERSPORT.COM)
Manchester City masih berseteru dengan Premier League soal aturan sponsor baru untuk musim 2025-2026. (INSIDERSPORT.COM)

SportlinkNews - Manchester City masih bergelut dalam perselisihan hukum yang panjang dengan Premier League terkait aturan sponsor klub, dan penyelesaian kasus ini diperkirakan baru akan terjadi pada 2025.

Perseteruan dimulai sejak Juni 2024, ketika Manchester City mengajukan gugatan terhadap regulasi Associated Party Transactions (APT) yang diberlakukan oleh Premier League.

Aturan ini diberlakukan sejak 2021 menyusul akuisisi Newcastle United oleh Saudi Public Investment Fund (PIF), dengan tujuan mencegah klub yang memiliki pemilik kaya raya untuk membuat kesepakatan sponsor yang dianggap tidak sesuai nilai pasar.

Baca Juga: Persija Jakarta Vs Semen Padang Digelar di Pakansari, Dua Laga Kandang Terakhir Targetkan JIS

Menurut laporan dari The Lawyer, kasus ini kemungkinan belum akan dibawa ke sidang arbitrase hingga pertengahan Oktober 2024.

Jika prosesnya berjalan seperti gugatan sebelumnya, putusan akhir dapat tertunda hingga tahun depan.

Sebagai gambaran, ketika Manchester City sebelumnya menantang aturan liga, panel sidang baru terbentuk pada Juni, putusan awal hadir pada September, dan hasil akhir diumumkan pada Februari tahun berikutnya.

Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Indonesia Terbang Menuju Xiamen dengan Keyakinan Penuh

Dalam dokumen setebal 165 halaman, Manchester City menuding Premier League melakukan tindakan diskriminatif terhadap klub.

Di tengah proses tersebut, Premier League telah menyesuaikan beberapa ketentuan APT setelah menjalani arbitrase dua pekan.

Perubahan itu mencakup pembatalan beberapa amandemen sebelumnya, perubahan cara penyampaian informasi dari basis data internal liga kepada penasihat klub, serta pengaturan baru yang mewajibkan pinjaman pemegang saham dilaporkan sebagai transaksi APT dan dinilai berdasarkan harga pasar wajar.

Baca Juga: Secarik Kertas yang Menentukan Nasib Pembalap F1, Sering Dianggap Remeh Padahal Sangat Vital

Namun, meski sudah dilakukan penyesuaian, City bersama tiga klub lain—Newcastle United, Aston Villa, dan Nottingham Forest—menolak perubahan tersebut dalam rapat pemegang saham pada November 2024.

Hanya empat klub yang menolak, sementara 16 klub lainnya menyatakan persetujuan.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: insidersport

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jude Bellingham Beralih ke Kriket

Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, David Beckham Makin Cuan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:53 WIB

Liverpool Raih Pendapatan Lebih dari Rp15,8 Triliun

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:24 WIB

Ronaldo Menjadi Pemilik Bisnis seperti Beckham

Jumat, 27 Februari 2026 | 08:40 WIB
X