Situasi ini membuat Ratcliffe menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melepas kepemilikan atas Nice.
Baca Juga: Persebaya Lolos Lisensi Klub AFC, Bersiap Mengarungi Pentas Kompetisi di Asia
Terlebih, Ligue 1 sedang menghadapi ketidakpastian pendapatan dari hak siar, menyusul kegagalan kesepakatan empat tahun dengan DAZN yang akan berakhir musim ini.
Penjualan Nice dipandang sebagai langkah strategis yang memungkinkan Ratcliffe dan INEOS memusatkan perhatian pada Manchester United.
Meski begitu, perjalanan Ratcliffe di Old Trafford juga tidak sepenuhnya mulus.
Baca Juga: Pesepakbola Wanita Brasil Berontak untuk Perubahan Besar
Beberapa kebijakan efisiensi, seperti pemutusan 500 karyawan, pemangkasan makan siang staf, dan kenaikan harga tiket, menuai kritik dari fans dan mantan pemain.
Namun, Ratcliffe menegaskan langkah itu perlu diambil untuk membawa United kembali sehat secara finansial.
Laporan keuangan tahun 2024 menunjukkan kerugian mencapai £113 juta.
Baca Juga: Teknologi AI Merevolusi Ilmu Olahraga, Bisa Sejahterahkan Atlet
Dana dari penjualan Nice diyakini bisa mendukung visinya menjadikan United klub yang kembali menguntungkan, termasuk mewujudkan proyek stadion baru senilai £2 miliar berkapasitas 100.000 penonton.
Artikel Terkait
Tanggapan Pedas Presiden Laporta Soal Tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions
Kelewat Cantik, Atlet Panahan Ini Menikah 2 Kali dalam 3 Tahun dengan Pasangan yang Sama
Gerard Pique Dukung Luis Enrique: PSG Tak Salah Pilih Pelatih untuk Juara Liga Champions
Ramadhan Sananta Umumkan Pensiun dari Sepak Bola
Megawati Terlalu Lebay, Media Korea Soroti Kemarahannya pada Suporter Indonesia