Dalam wawancara terpisah, Hertz menyebut bahwa meskipun EBC masih muda, perusahaan ini telah berkembang karena mengutamakan kualitas dan mempelajari dari pengalaman FC Barcelona.
Baca Juga: AFC Tolak Protes Indonesia, Ivar Jenner Bisa Main Melawan Yordania
"Meskipun EBC baru berusia empat tahun, kami telah berkembang karena kami menuntut yang terbaik dari diri kami sendiri dan industri ini," ujar Hertz.
"Kami telah mempelajari sejarah FC Barcelona yang panjang, belajar dari budaya bimbingan mereka di mana yang berpengalaman membimbing yang baru, dan yang baru menginspirasi yang lebih muda, menciptakan kontinum pertumbuhan dan keunggulan."
"Ini bukan hanya sebuah kemitraan, ini adalah perjalanan bersama menuju kejayaan, mewujudkan budaya di mana kesuksesan bukan hanya tentang kemenangan tetapi juga tentang memupuk nilai-nilai, mengembangkan bakat, dan berkontribusi secara positif kepada masyarakat," pungkas Hertz.***
Artikel Terkait
Andi Gilang Bicara Soal Peluangnya di ARRC Putaran 2 di Zhuhai Cina
Londo Norris Rebut Pole Position Sprint Race F1 GP Cina Beberapa Pembalap Tergelincir
Data dan Fakta WorldSBK yang Tercatat di Sirkuit Assen TT Belanda
Daftar Pemain Tim Indonesia All Star vs Red Sparks: Ada Wilda Siti Nurfadhilah dan Yolla Yuliana