SportlinkNews - Ajang event olahraga besar seperti MotoGP atau Formula 1 tentu saja menelan biaya yang besar juga. Lalu, mengapa banyak negara yang ingin menjadi tuan rumah gelaran tersebut?
Nah, event motorsport seperti Formula 1 tentu saja memberikan dampak yang cukup besar bagi negara yang menjadi tuan rumah.
Contoh sederhananya yaitu datangnya para penonton dari luar negeri yang berarti mereka akan mengeluarkan uang untuk tiket, akomodasi, transportasi dan kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Liverpool FC dan AXA Perpanjang Kontrak, Fokus pada Dukungan untuk Olahraga Wanita
Ini tentu saja peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena akan mendongkrak perekonomian lokal.
Istilah "ada gula ada semut" rasanya memang cocok diberlakukan bagi event-event motorsport seperti Formula 1.
Apalagi penggemar balap F1 adalah orang-orang yang secara ekonomi sudah cukup mapan.
Baca Juga: Conor McGregor Resmi Menjadi Pemilik Bare Knuckle Fighting Championship
Nah, di GP Miami, hubungan simbiosis mutualisme balap F1 dengan komunitas lokal juga terjalin kuat.
Ketika tahun 2021 Formula 1 mengumumkan akan ada tambahan balapan di Amerika, dengan Miami sebagai tuan rumah, banyak yang menyambutnya dengan suka cita.
“Grand Prix Miami akan menjadi Super Bowl Formula 1,” kata Lewis Hamilton saat itu tentang rencana balapan di sekitar Stadion Hard Rock, markas Miami Dolphins.
Baca Juga: Jack Grealish Resmi Menjadi Duta Global Pepsi Max
Namun muncul pertanyaan. Bagaimana acara internasional ini berinteraksi dengan komunitas lokal?
Akankah perusahaan besar lebih diutamakan dibandingkan organisasi lokal? Akankah bisnis lokal mempunyai peluang untuk terlibat?
Artikel Terkait
Tampilan Pertama Travis Scott Jordan Jumpman Jack Mocha
Begini Ketika Manusia Dihadapkan Robot AI, Garry Kasparov Pun Kalah
Ungkap Justin Hubner Absen Saat Timnas Vs Guinea, PSSI Bujuk Elkan Baggott
Serial Dokumenter F1 Academy akan Tayang di Netflix Tahun Depan