SportlinkNews - Kemitraan British Cycling dengan Shell membuat UK Sport selaku pemangku kepentingan utama di British Cycling mengeluarkan peringatan kepada CEO Shell Brian Facer.
Badan olahraga nasional Inggris tersebut menyatakan kekhawatiran yang cukup besar tentang sponsor dan implikasinya.
Surat tersebut, sebagaimana diungkapkan majalah berita Private Eye, mengklaim bahwa kemitraan dengan Shell berpotensi mengekspos UK Sport, National Lottery, dan British Cycling terhadap risiko hukum dan reputasi.
Baca Juga: Balapan Seru MotoGP akan Tersaji di Sirkuit Aragon Akhir Pekan Ini
Surat tersebut juga mengungkapkan bahwa UK Sport mengadakan rapat dewan luar biasa untuk membahas kemitraan tersebut.
Selama rapat tersebut, anggota dewan menyatakan kekhawatiran yang cukup besar tentang sifat dan struktur kesepakatan sponsor Shell.
Diumumkan pada tahun 2022, sponsor tersebut mendapat reaksi negatif yang luas. Kesepakatan delapan tahun itu berlaku hingga 2030.
Adapun salah satu tujuan kemitraan tersebut adalah dengan mempercepat perjalanan British Cycling menuju nol emisi.
Namun, kerja sama tersebut mendapat tanggapan negatif di media sosial yang menunjukkan ketidakpuasan.
Kutipan pengumuman utama yang di-tweet sebanyak 2.800 kali dengan umpan balik yang sebagian besar negatif.
Seorang tokoh senior dari British Cycling menggambarkan kesepakatan itu seperti "berjabat tangan dengan iblis", namun tidak dapat dihindari karena terkait anggaran.
CEO Brian Facer kemudian mengundurkan diri hanya beberapa minggu setelah kesepakatan itu diumumkan dan digantikan oleh CEO saat ini Jon Dutton.
Artikel Terkait
Persis Solo Terseok di Liga 1 2024-2025, Faktor Bahasa Hambat Adaptasi Pemain Asing Baru
Bukayo Saka Jadi Pemain Termuda Ketiga yang Cetak 100 Kemenangan
Pelepasan Tim Sepak Bola Putri DKI Jakarta Bikin Mewek, Para Pemain Bersimpuh di Hadapan Orang Tua
Para Renang Indonesia Fokus Kejar Rekor Pribadi di Paralimpiade 2024