Ambisi olahraga Saudi ini muncul sebagai bagian dari upaya negara tersebut untuk mendiversifikasi ekonomi mereka, yang selama ini sangat bergantung pada sektor energi.
Baca Juga: KTM Diambang Kebangkrutan, Kreditur Ajukan Klaim 2,2 Miliar Euro
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa ambisi besar ini juga disertai kontroversi terkait rekam jejak hak asasi manusia yang sering dikritik, yang turut mewarnai visi olahraga Saudi dalam Vision 2030.
Meskipun demikian, uang yang digelontorkan ke sektor olahraga telah menciptakan peluang yang sangat menguntungkan, dan seperti di banyak wilayah lainnya, sepak bola di Timur Tengah adalah bisnis besar.
Tidak mengherankan jika klub-klub dari liga Eropa yang sangat kompetitif, seperti Inter Milan di Serie A, tertarik untuk memperluas jangkauan komersial mereka di Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia.
Baca Juga: Digaet Manchester City, Abdukodir Khusanov Jadi Pemain Uzbekistan Pertama di Liga Primer Inggris
Dalam dunia sepak bola yang sangat bergantung pada keunggulan finansial, keberadaan di pasar yang sedang berkembang ini menawarkan potensi yang sangat besar bagi klub-klub top dunia.***
Artikel Terkait
Kyle Walker Resmi Bergabung ke AC Milan dengan Status Pinjaman
Begini Catatan Statistik Vitor Reis yang Bikin Manchester City Kepincut
Arsenal Ingin Merekrut Penyerang Baru Tapi Mikel Arteta Tidak Mau Comot Pemain Sembarangan
Koleksi Hot Wheels Formula 1 2025 Diluncurkan Lengkap dengan Trek Balapnya
Resmi, Manchester City Boyong Omar Marmoush ke Etihad