"Hal ini juga penting bagi klub untuk memahami posisi mereka selain ukuran performa di dalam lapangan pertandingan," kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah .
Penilaian tersebut akan berguna untuk merencanakan strategi usaha kedepan yang lebih efektif baik jangka menengah dan jangka panjang.
Valuasi tersebut diharapkan membantu klub dalam mengelola keuangan secara lebih baik, memaksimalkan pengelolaan fan base, efektifitas dalam melakukan ikatan kepada para pemain serta mengukur hasil atas apa yang diperoleh dalam mengarungi musim kompetisi setiap tahunnya.
Baca Juga: Tinggalkan Goodson Park, Everton akan Berlabuh di Stadion Baru Bramley-Moore Dock
"IBL bukan hanya sekadar kompetisi di lapangan. Dibalik layar terdapat ‘persaingan’ usaha yang kompleks dengan berbagai aspek seperti pemasaran, fans, penjualan tiket, merchandise, sponsorship dan hak siar," jelas Junas.
Potensi ekonomi yang dihasilkan perlu semakin besar dari tahun ketahun sehingga menjadi daya tarik masyarakat luas.
"Dengan adanya perhitungan valuasi ini sebagai tolak ukur, IBL juga akan berfungsi memberikan panduan, sekaligus sebagai mitra kepada seluruh klub peserta untuk mampu berinovasi dan memanfaatkan potensi pasar yang ada," urai Junas.
Setelah tanggal 7 Maret mendatang, akhir atas perhitungan valuasi seluruh klub akan diumumkan berupa besaran nilai serta peringkat 1 sampai 14 seluruh klub peserta IBL.