Meski MLS masih menjadi liga termuda di antara lima liga olahraga utama AS, keterbatasan dalam menarik kesepakatan sponsor bernilai tinggi (di atas 1 juta dollar AS) justru membuka peluang untuk menyasar sponsor kelas menengah.
Fokus pada keterlibatan penggemar dan pendekatan lokal menjadi nilai tambah yang menarik bagi merek dengan orientasi jangka panjang.
Perusahaan besar seperti Bank of Montreal (BMO), Royal Caribbean Cruises, Etihad Airways, Blue Cross Blue Shield, dan Daimler menjadi lima sponsor dengan pengeluaran terbesar di MLS musim lalu.
Merek ternama seperti Heineken, Volkswagen, dan Toyota juga masuk dalam sepuluh besar sponsor.
Baca Juga: Jelang Final Liga Champions, Luis Enrique: Kami Memiliki Skuad yang Luar Biasa
Inter Miami menjadi klub dengan pendapatan sponsor tertinggi, mencapai 55–60 juta dollar AS.
Klub asal Florida ini mengungguli LAFC, Austin FC, New York City FC, dan Atlanta United FC.
Bersama D.C United, Inter Miami juga tercatat meraih lebih dari 10 juta dollar AS hanya dari kesepakatan sponsor baru.
Baca Juga: Final Liga Champions: Lautaro Martinez akan Membawa Trofi Kembali ke Italia
Menjelang musim 2025, Inter Miami memperpanjang kontraknya dengan Heineken dan menjalin kerja sama baru dengan Red Bull.
Selain itu, klub juga mempertahankan sponsor lokal seperti Publix dan Le Méridien Dania Beach, menunjukkan komitmen dalam memperkuat keterikatan dengan komunitas Miami dan Fort Lauderdale.
Dengan MLS masih berada dalam momentum pertumbuhan, Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di AS dipandang sebagai momen strategis untuk mendorong lonjakan popularitas dan minat sponsor secara lebih luas, mirip dengan dampak Piala Dunia 1994 yang melahirkan MLS dua dekade lalu.