Selain bertahan di Korea, Kim juga menyebutkan peluang Megawati untuk bermain di liga luar negeri lainnya masih terbuka lebar.
Baca Juga: Menang dari Borneo FC Jadi Modal Kuat Persis Solo Hadapi Bali United di Pekan ke-26 Liga 1 2024/2025
Salah satu keuntungan jika Megawati memilih opsi menjadi pemain asing umum adalah gaji yang lebih tinggi.
Jika terpilih dalam draft pemain asing umum, ia berpeluang menerima bayaran sebesar 250 ribu dolar AS atau sekitar Rp 4 miliar.
Sebagai perbandingan, jika tetap mempertahankan status pemain kuota Asia, ia akan menerima bayaran 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp 2,4 miliar.
Baca Juga: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Babak Kedua Orleans Masters 2025
Meski secara finansial lebih menguntungkan, keputusan ini bukan hanya soal nominal gaji.
Kim menegaskan bahwa Megawati sudah sangat nyaman dengan kehidupan di Korea Selatan, terutama di klub JungKwanJang Red Sparks.
"Jika Anda hanya melihat jumlahnya, itu benar, tetapi kecintaan Mega terhadap kehidupan di Korea dan JungKwanJang sangat besar. Dia sangat dekat dengan tim," ujar Kim.
Baca Juga: Joaquin Gomez: PSBS Biak Tim yang Berbahaya, Sering Merepotkan Lawan
Performa apik Megawati juga menarik perhatian klub dari Jepang dan Turki, dua negara dengan kompetisi voli yang cukup kompetitif.
Bahkan, klub Indonesia juga dikabarkan tertarik untuk membawanya pulang ke tanah air.
Namun, untuk saat ini, fokus utama Megawati tetap pada babak playoff bersama JungKwanJang Red Sparks.
Baca Juga: PSBS Biak vs Borneo FC: Tim Badai Pasifik Waspadai Perubahan di Tim Pesut Etam
"Mega saat ini hanya fokus pada babak playoff bersama JungKwanJang," tegas Kim.