Megawati mulai mengenal dunia voli sejak usia 11 tahun setelah mendapat saran dari orang tuanya.
"Kamu tinggi, jadi kenapa tidak coba voli?" katanya menirukan ucapan orang tuanya.
Baca Juga: Dramatis, Dua Pemain Diganjar Kartu Merah, Lazio Mampu Taklukkan Viktoria Plzen
Kini, ia telah menjadi superstar di Indonesia dengan lebih dari 1 juta pengikut di Instagram.
Popularitasnya semakin meningkat sejak ia bergabung dengan Red Sparks, bahkan banyak penggemar asal Indonesia yang tinggal di Korea datang langsung ke stadion untuk mendukungnya.
"Saya sangat bersyukur dan senang karena banyak orang datang. Tolong sampaikan terima kasih kepada para penggemar," ucapnya.
Baca Juga: Tujuh Tim Ini Masih Bisa Menangkan Treble pada 2024-25
Namun, perjalanan Megawati di Korea tidak selalu mudah. Ia mengaku awalnya tidak terlalu menyukai sistem kompetisi di Negeri Ginseng.
"Di Indonesia, liga hanya berlangsung sekitar 4-5 bulan termasuk latihan. Tapi di Korea, musimnya sangat panjang," akunya.
Keputusan untuk bertahan di Korea tak lepas dari pesan terakhir sang ayah sebelum meninggal dunia pada tahun 2023.
Baca Juga: Roma 2-1 Athletic Club: Gol Penentu di Menit-menit Terakhir Shomurodov
"Sebelum ayah meninggal, ia berpesan agar saya mencoba bermain di Korea sekali saja sebagai bentuk wasiatnya," ungkapnya.
Selain prestasinya yang luar biasa, Megawati juga mencuri perhatian sebagai atlet berhijab di Korea Selatan.
Hal ini membuat banyak penggemar bertanya-tanya tentang kenyamanannya saat bermain.
Baca Juga: Panathinaikos 3 Fiorentina 2: Analisis Raffaele Palladino Antara Kecewa dan Senang