cabor

Cedera Pemain Jadi Faktor Utama Fluktuasi Peringkat di Liga Voli Korea Putri

Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:00 WIB
Cedera pemain dinilai menjadi faktor utama dalam fluktuasi yang terjadi pada peringkat tim di Liga Voli Korea 2024-2025. (kovo)

SportlinkNews - Musim reguler Liga Voli Korea Putri 2024-2025 resmi berakhir pada 21 Maret dengan pertandingan antara GS Caltex Seoul KIXX dan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders di Jangchung Gymnasium, Seoul.

Pink Spiders telah memastikan posisi pertama sejak jauh hari, diikuti oleh Suwon Hyundai E&C Hillstate di peringkat kedua dan Daejeon JungKwanJang Red Sparks di posisi ketiga.

Hwaseong IBK Altos menempati peringkat keempat, Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass di peringkat kelima, sementara GS Caltex dan Gwangju AI Pepper Savings Bank harus puas di posisi keenam dan ketujuh.

Baca Juga: Ini Kabar Pemain Asing di Liga 1 yang Berjuang Membela Timnas Negaranya

Menurut laporan The Spike, musim ini penuh dengan tantangan, terutama akibat cedera dan keluarnya beberapa pemain kunci baik domestik maupun asing, yang berpengaruh besar terhadap persaingan peringkat.

Meski sempat mencatatkan 14 kemenangan beruntun di awal musim, Pink Spiders juga tidak luput dari krisis cedera.

Ketidakhadiran pemain asing mereka, Tutku Burcu Yuzgenc, hampir membuat tim kehilangan posisi puncak dari Hyundai Hillstate.

Baca Juga: Lewis Hamilton Raih Podium Pertama Sprint Race GP China, Oscar Piastri dan Verstappen Ikut Naik Podium

Namun, tim segera melakukan reorganisasi dengan mengandalkan pemain pengganti Marta dan talenta muda Jeong Yun-ju, yang tampil solid.

Kehadiran pemain berpengalaman seperti Kim Yeon-koung, Kim Su-ji, dan Lee Go-eun juga menjadi faktor penentu keberhasilan mereka dalam mempertahankan posisi teratas.

Berbeda dengan Pink Spiders, Hyundai dan Red Sparks yang sempat bersaing ketat di puncak tidak mampu mempertahankan performa mereka hingga akhir musim.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Bahrain, Laga Penentuan Skuad Garuda Menjaga Asa ke Piala Dunia 2026

Hyundai kehilangan momentum setelah Wipawee Srithong, andalan mereka dalam serangan dan pertahanan, mengalami cedera dan harus absen sepanjang musim.

Absennya Srithong membuat sistem permainan mereka tidak seimbang, sehingga performa setter Kim Da-in menjadi tidak stabil.

Halaman:

Tags

Terkini