Namun, mereka tetap tidak bisa keluar dari posisi terakhir.
Trio andalan mereka, Lee Han-bi, Jang Wi, dan Taylor Fricano, tampil kompetitif hingga akhir musim.
Baca Juga: Kesepian, Dimitri Payet Selingkuh dengan Pengacara Brasil yang Memukau
Sayangnya, cedera pemain kunci seperti Ha Hye-jin, Yeom Eo-reung, dan Lee Won-jeong membuat mereka kehilangan ritme menjelang akhir kompetisi.
Sementara itu, Hi-Pass yang menempati peringkat kelima relatif lebih beruntung karena tidak banyak pemain mereka yang mengalami cedera.
Namun, tim ini menghadapi tantangan dari banyaknya wajah baru dalam skuad, sehingga membutuhkan waktu untuk membangun kekompakan tim.
Bahkan, pemain-pemain senior seperti Lim Myeong-ok dan Bae Yu-na sempat tampil di bawah performa pada awal musim.
Namun, tim mulai bangkit setelah memasuki putaran ketiga, dengan rasio kemenangan yang lebih baik dibanding dua putaran sebelumnya.
Perkembangan setter muda Kim Da-eun juga menjadi salah satu pencapaian penting bagi Hi-Pass dalam mempersiapkan musim mendatang.
Baca Juga: Indonesia Vs Bahrain, Jassim Marhoon: Pertandingan di Bulan Ramadan Lebih Menantang
Musim ini menghadirkan persaingan ketat yang berlangsung hingga akhir, tetapi sekaligus menyisakan banyak rasa penyesalan akibat performa yang tidak stabil dari sebagian besar tim.
Cedera pemain kunci menjadi faktor utama yang mengguncang peringkat, membuat banyak tim kesulitan mempertahankan momentum.
Kini, dengan babak playoff yang sudah di depan mata, akan menarik untuk melihat bagaimana tim-tim ini beradaptasi dan bertarung demi meraih gelar juara.