Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, mengungkapkan bahwa semangat Megawati tak lepas dari dukungan orang terdekat.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Klasemen Timnas Indonesia di Piala Asia U17 Usai Kalahkan Korea Selatan
“Pacarnya, Dio, datang menonton. Saya bilang ke Mega, ‘Namanya Dio. Masa Dio cuma nonton satu pertandingan?’” ucap Ko sambil tertawa.
Ia menambahkan, Megawati seperti mendapat energi baru dengan kehadiran sang kekasih.
Namun, pelatih juga mengakui bahwa kondisi lutut Megawati menyebabkan beberapa kesalahan servis.
Baca Juga: Menang 1-0, Timnas U17 Indonesia Akhiri Rekor Buruk Lawan Korea di Piala Asia U17
“Servis itu membebani lututnya. Dia bisa menyerang dengan satu kaki, tapi tidak bisa melompat untuk servis,” ungkap Ko.
Oleh karena itu, ia sempat menggantikan Megawati dengan pemain Shin Eun-ji, yang tampil baik di set keempat.
Ko menyebut bahwa semangat Megawati untuk tetap bermain adalah bentuk protes halus agar tidak diganti dan sekaligus ungkapan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
Musim ini merupakan tahun kedua Megawati bermain di Liga Voli Korea sebagai bagian dari pemain kuota Asia.
Penampilannya yang konsisten dan berpengaruh membuatnya dianggap sebagai contoh sukses dari kebijakan tersebut, yang mulai diberlakukan pada 2023.
Kini, perhatian tertuju pada laga keempat yang akan digelar Minggu (6/4/2025), di Chungmu Gymnasium, Daejeon.
Baca Juga: Hasil Piala Asia U-17 2025: Gol Tunggal Evandra Bawa Indonesia Kalahkan Korea Selatan di Grup C
Red Sparks berpeluang menyamakan kedudukan dalam seri final, dan publik menantikan kembali kekuatan Megawati di lapangan.