Namun kekalahan itu justru menjadi titik balik kebangkitan mental tim. Pada laga penentuan, Indonesia tampil luar biasa dengan membungkam tuan rumah Thailand 6-1, hasil yang memastikan Merah Putih sebagai kampiun.
Kapten Timnas Futsal Indonesia, Mochammad Iqbal Rahmatullah Iskandar, menilai pencapaian tersebut merupakan buah dari proses panjang dan persiapan yang serius.
Tim bahkan sudah tiba di Thailand lebih dari dua pekan sebelum pertandingan dimulai demi memastikan adaptasi maksimal.
Baca Juga: Masa Depan Lewandowski di Barcelona Belum Jelas, Sejumlah Klub Mulai Mendekat
"Ini bukan hasil instan. Semua dijalani sesuai roadmap jangka panjang futsal Indonesia," ujarnya.
"Dari awal persiapan tidak ada istilah santai, semuanya fokus dan bekerja keras. Alhamdulillah akhirnya berbuah emas," tambah Iqbal.
Iqbal mengakui kekalahan dari Vietnam sempat memukul mental pemain. Namun peran pelatih dan staf menjadi faktor krusial dalam mengembalikan kepercayaan diri tim.
Baca Juga: Stres Sementara, Jantung Tetap Sehat bagi Pelari Maraton
"Pelatih selalu menanamkan mental juara. Hector bukan hanya kuat secara taktik, tapi juga sangat piawai membangun motivasi," katanya,
Pendekatan taktik yang fleksibel juga menjadi kunci sukses. Hector Souto disebut mampu membaca permainan lawan dengan baik dan menyusun strategi yang tepat untuk mengeksploitasi celah Thailand.
"Semua rencana permainan disampaikan dengan jelas, dan para pemain menjalankannya dengan disiplin," jelas Iqbal.
Baca Juga: Persib Bandung Tantang Ratchaburi di 16 Besar ACL 2 2025/26
Lebih jauh, Iqbal menegaskan bahwa kemenangan atas Thailand tidak terjadi karena lawan tampil lemah. Menurutnya, hasil tersebut justru menjadi cerminan perkembangan signifikan futsal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
"Thailand tetap tim kuat. Ini bukan soal mereka menurun, tapi karena Timnas Indonesia sekarang sudah jauh berkembang," tegasnya.
Ia juga menyoroti peran kompetisi liga domestik yang semakin kompetitif serta rangkaian uji coba internasional melawan negara-negara kuat seperti Argentina, Jepang, Arab Saudi, Belanda, hingga Australia, yang membentuk kematangan tim.
Baca Juga: Real Madrid Menutup Tahun 2025 dengan Jadwal Pertandingan Terpadat dalam Sejarahnya
"Dari uji coba-uji coba itu kami belajar banyak. Semua pengalaman tersebut sangat terasa dampaknya saat tampil di SEA Games," tambah pemain Bintang Timur Surabaya tersebut.
Medali emas SEA Games 2025 kini menjadi modal berharga Timnas Futsal Indonesia menatap tantangan berikutnya, termasuk Piala Asia Futsal AFC 2026 yang akan digelar di Indonesia pada akhir Januari mendatang.
"Ini jadi motivasi besar. Piala Asia sudah di depan mata dan kami akan kembali bersaing melalui proses seleksi. Semoga ada uji coba lagi agar persiapan semakin matang," tutup Iqbal.