Sementara itu, Bukilic mencatatkan 12 poin, sedangkan andalan GS Caltex, Gyselle Silva, membukukan 22 poin.
Baca Juga: Kembali Cetak Gol, David da Silva Siap Bersaing dengan Egy Maulana Vikri
Meski demikian, peran Bukilic tetap vital, terutama dalam membantu tim menjaga stabilitas permainan dan mendukung Megawati di lini depan.
Ko Hee-jin tidak hanya bergantung pada kemampuan individu para pemainnya, tetapi juga pada strategi teknis yang solid.
Ia menekankan pentingnya mencetak break point melalui servis, blok, dan pertahanan untuk memperlebar selisih poin.
Baca Juga: Persis Solo Pincang Tanpa Sidibe dan Sananta, Pelatih Ong Kim Swee Tidak Ambil Pusing
“Dalam voli, Anda harus menciptakan break point untuk menang. Saya pikir kami unggul karena kami ahli dalam melakukan hal itu,” ungkap Ko.
Ko juga meminta para pemainnya untuk tampil maksimal tanpa meremehkan lawan, meskipun GS Caltex berada dalam posisi kurang menguntungkan di klasemen.
“Kami harus memainkan permainan kami dengan pola pikir yang sama, fokus, dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” tambahnya.
Baca Juga: Mazola Junior: Kami Tidak Takut Termasuk dengan Persija!
Kemenangan atas GS Caltex menjadi langkah penting bagi Red Sparks dalam menjaga momentum mereka di Liga Voli Korea musim ini.
Dengan duet maut Megawati dan Bukilic yang semakin padu, serta strategi yang diterapkan Ko Hee-jin, Red Sparks tampaknya siap menghadapi tantangan lebih besar di pertandingan mendatang.***