Beberapa orang mengatakan bahwa olahraga mengungkapkan sesuatu tentang orang-orang yang memainkannya.
Misalnya, individu yang terlibat dalam pertarungan tongkat mungkin terlihat terlibat dalam budaya prajurit, atau memiliki karakteristik agresi, ketenangan, dan pikiran taktis yang sama.
Perwakilan Individu dan Nasional
Olahraga dapat digunakan untuk mempromosikan agenda dan mewakili individu atau negara.
Baca Juga: Lamine Yamal Ungkap Peran Peting Ibu dalam Kebangkitan di El Clasico
Negara-negara yang hanya memainkan olahraga nonkontak mungkin menunjukkan budaya pasifis (tanpa kekerasan).
Individu yang menari mungkin dianggap memiliki sisi artistik, estetika, dan spiritual di tempat lain dalam kehidupan, serta dalam olahraga mereka.
Kita masing-masing memiliki pandangan tentang olahraga tertentu dan apa artinya memainkannya. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga mengandung nilai-nilai budaya, mungkin tanpa kita sadari.
Baca Juga: Top Markotop! Pecahkan Rekor, Rahmat Borong Tiga Emas Kejuaraan Asia
Contoh yang baik tentang olahraga yang mewakili nilai-nilai dan meruntuhkan nilai-nilai budaya dapat dilihat pada tim rugbi Afrika Selatan.
Setelah apartheid, pemain kulit hitam, Chester Williams, menjadi bintang dalam tim, mewakili era baru dalam budaya Afrika Selatan untuk disaksikan oleh seluruh dunia.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, jelas bahwa olahraga bersifat budaya dalam banyak hal.
Lebih dari sekadar menjaga kebugaran dan kesehatan kita, atau mendapatkan prestise melalui kemenangan, terlibat dalam olahraga memungkinkan kita untuk memiliki dan berbagi budaya.
Baca Juga: Gelar Juara Barcelona Ditentukan saat Derbi dengan Espanyol 15 Mei
Melalui olahraga, kita memiliki identitas dan komunitas. Yang lebih menarik lagi, kita dapat berbagi budaya kita dengan orang lain.
Olahraga adalah salah satu dari sedikit cara kita dapat benar-benar berinteraksi dengan budaya orang lain dan memahaminya melalui partisipasi.