"Saat dia masuk ke lapangan, saya tidak menyangka akan ada perpanjangan waktu. Spanyol sedang dalam performa bagus. Pertandingan bisa saja dimenangkan oleh tim mana pun kapan saja," ujarnya.
Baca Juga: Persib dan Persija Dominasi Long List Timnas Indonesia ASEAN Championship 2026
Meskipun sekilas tampak seperti sebuah takhayul, Miguel Merino menegaskan penggunaan atribut tersebut murni sebagai bentuk pelestarian tradisi spiritual yang jatuh tepat pada 6 Juli. Keberadaan jimat budaya tersebut nyatanya secara kebetulan kerap beriringan dengan tuah keberuntungan bagi karier sang anak.
"Saya mengenakan syal dengan gambar Saint Fermin, seperti setiap tanggal 6 Juli saat ada kejuaraan. Ini tidak bisa ditawar," ungkapnya.
Keunikan ritual keluarga Merino tidak berhenti sampai di situ saja karena sang ayah juga menyiapkan jimat keberuntungan lain berupa kaus kaki khusus sebelum laga dimulai. Sambil berseloroh, ia meyakini energi positif dari takhayul dan memori masa lalu tersebut kembali menaungi langkah Spanyol di Piala Dunia.
"Di kejuaraan U-19, Mikel mencetak gol pada tanggal 7 Juli, dan lagi hari ini. Pagi ini saya memakai kaus kaki yang mencerminkan gol Mikel di menit ke-119 (di Euro 2024 lawan Jerman). Itu kaus kaki dari gol melawan Stuttgart dan saya memakainya hari ini," tuturnya seraya tertawa.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)