SportlinkNews - Dalam Sidang Umum ke-48 Liga-liga Eropa (EL), para perwakilan dari berbagai liga sepak bola papan atas Eropa menyuarakan rasa frustrasi mereka terhadap keputusan FIFA.
Mereka sambil menyoroti tekanan besar yang dialami sepak bola domestik akibat perluasan kalender internasional.
Perwakilan tersebut, yang berasal dari beberapa keputusan sepak bola domestik ternama di Eropa, mencapai sejumlah kesimpulan penting.
Baca Juga: 2 Skenario Timnas U-23 Indonesia Lolos Olimpiade 2024 di Paris
Salah satunya adalah kurangnya transparansi yang mereka temui di tingkat FIFA.
Perhatian utama EL adalah pengenalan kompetisi internasional baru dan peningkatan dramatis jumlah pertandingan internasional yang membebani kalender.
Meskipun tidak secara eksplisit menyebut Piala Dunia Antarklub, pernyataan ini muncul seiring rencana perluasan turnamen tersebut untuk edisi 2025.
Baca Juga: Jay Idzes Cetak 2 Gol tapi Bikin Venezia FC Keok
Rencana untuk turnamen tersebut, yang akan diadakan di Amerika Serikat, mencakup perluasan format dari enam tim menjadi struktur 32 tim.
Namun, EL meyakini bahwa komunikasi antara FIFA dan liga-liga regional serta pihak berwenang masih kurang memadai.
EL menekankan perlunya lebih banyak transparansi dalam sepak bola global, mencerminkan seruan yang semakin meningkat di tingkat regional sejak 2021 setelah upaya Liga Super Eropa yang memisahkan diri.
Baca Juga: Keputusan Cepat Sepak Bola Didorong oleh Penekanan Tindakan Otak
CEO Premier League, Richard Masters, juga mengkritik cara FIFA dijalankan, menyoroti kurangnya representasi liga-liga nasional di tingkat global untuk keputusan besar, seperti perluasan turnamen sepak bola klub.
Selain itu, EL mengomentari pengenalan undang-undang Anti Pencucian Uang (AML) baru di Uni Eropa yang akan mempengaruhi klub sepak bola.