Gonzalez Haase AAS juga akan merancang alas bola khusus untuk pertandingan semifinal di Munich pada 9 Juli dan Dortmund pada 10 Juli, serta final di Berlin pada 14 Juli.
Baca Juga: Tim Balap Sepeda Amerika Bidik 10 Medali Emas Olimpiade Paris 2024
Setiap desain akan menghadirkan interpretasi unik dari semangat dan kegembiraan yang dibawa oleh turnamen ini.
Sementara itu, Sabine Marcelis akan merancang alas bola untuk semua pertandingan penyisihan grup di 10 stadion tuan rumah di Jerman.
Marcelis menggunakan resin khasnya untuk menciptakan patung ramping yang memadukan minimalis dengan elemen struktural inovatif, termasuk interior berongga yang menampilkan cahaya dan transparansi.
Baca Juga: EURO 2024: Ditantang Skotlandia, Kapten Timnas Jerman Beri Jawaban Bijak
Desain ini tersedia dalam empat warna—merah, hijau, biru, dan kuning—yang merayakan identitas masing-masing kota tuan rumah.
Melalui karyanya, Marcelis menanamkan nilai-nilai persatuan dan kerja sama tim dalam sepak bola, menjadikannya lebih dari sekadar alas, tetapi sebuah ikon yang mewakili semangat dan kegembiraan sepak bola.
Gonzalez Haase AAS menjelaskan pendekatan yang mereka gunakan sama seperti seorang pematung.
Baca Juga: Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Babak Semifinal Australia Open 2024
"Kami mendekati desain seperti pematung. Objek tersebut harus memiliki interaksi dengan ruang sekitarnya," ucap Haase.
"Dengan menggunakan bilah-bilah pisau, kami membawa cahaya ke dalam objek, membuatnya hidup dan selalu berbeda tergantung pada pantulan cahayanya," lanjutnya.
Sementara itu, Sabine Marcelis menyampaikan bahwa ada tantangan besar yang mereka hadapi saat mendesain alas bola Euro 2024.
Baca Juga: EURO 2024: Pelatih Timnas Jerman Waspadai 1 Hal Berbahaya dari Skotlandia
"Tantangan terbesar bagi saya adalah merangkum esensi FUSSBALLLIEBE ke dalam desain yang nyata," ucap Marcelis.