SportlinkNews - Pemecatan Christian Horner sebagai CEO dan Kepala Tim Red Bull Racing masih menjadi perbincangan hangat dikalangan pencinta balap F1.
Dedikasi Horner selama dua dekade di tim Red Bull memang tidak bisa diabaikan begitu saja. Horner adalah pribadi yang ambisius dan itulah yang membuat Red Bull sukses.
Lazimnya orang yang kehilangan pekerjaan setelah dipecat, mungkin akan rehat sejenak. Menghindar dari keramaian sambil merenungi persoalan yang baru saja dialami.
Baca Juga: Usai Tes Privat di Misano Jorge Martin Siap Kembali Membalap di MotoGP Ceko
Tapi Christian Horner bukan pribadi seperti itu. Horner adalah orang yang haus akan kesuksesan. Lalu, apa yang akan dilakukannya?
Motorsport.com mencoba mengulas beberapa opsi yang tersedia bagi pria berusia 51 tahun ini setelah ia lepas dari Red Bull.
Bergabung ke Ferrari
Isu bahwa Horner akan bergabung ke skuat Kuda Jingkrak ini sudah santer terdengar beberapa waktu lalu. Apalagi mengingat performa Ferrari yang menurun belakangan ini.
Baca Juga: MotoGP Putaran 11 Singgah di Jerman, Marc Marquez Catat Rekor Spektakuler di Sirkuit Sachsenring
Pejabat petahana saat ini, Fred Vasseur, dikabarkan sedang menjalani masa peminjaman dan belum ada pengganti yang jelas dari dalam Maranello.
Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Horner selama bertahun-tahun tentunya menjadi modal kuat untuk membantu kebangkitan Ferrari.
Horner sempat menolak tawaran Bos Ferrari, John Elkann. Namun, dengan kondisinya sekarang ini bisa jadi ego Horner akan tergelitik dan terpacu untuk membawa Ferrari ke masa kejayaannya.
Baca Juga: Hasil Piala Presiden 2025: Port FC Juara Grup B Kandaskan Dewa United FC
Menguasai Alpine
Alpine mungkin baru saja mengukuhkan Steve Nielsen sebagai direktur pelaksana, tetapi mengingat kebijakan pintu putar di markas besar Enstone akhir-akhir ini, ia mungkin sudah pergi bahkan sebelum memulai pekerjaannya pada 1 September.
Dengan Flavio Briatore yang mengawasi segala sesuatunya sebagai penasihat tim, peran Nielsen pada dasarnya adalah posisi kepala tim, tetapi dengan beberapa catatan tambahan. Yaitu, biasanya Briatore yang memegang kendali.
Artikel Terkait
Lima Alasan Mengapa Red Bull Mengganti Liam Lawson dengan Pembalap F1 Jepang Yuki Tsunoda
Simulator F1 Red Bull Racing dengan Livery Spesial GP Jepang 2025 akan Dilelang, Berminat?
Kenakan Dior Man Fall Lewis Hamilton Tampil Necis di Pemutaran Perdana "F1" Movie
Debut Global F1 The Movie Raup Pemasukan Fantastis Jadi Film Brad Pitt yang Paling Sukses